
BANJARBARU – Plh Gubernur Kalsel Roy Rizali Anwar mendampingi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono meletakan batu pertama (Ground Breaking) Satuan Radar Banjarbaru di Site Radar Banjarbaru, Jumat (10/1) sore.
Tampak hadir Kapolda Kalsel, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, Danlanud Sjamsudin Noor Banjarmasin, Kolonel Pnb Sri Raharjo, Kadispen TNI AU, Marsma Indan Gilang, Kepala BIN Kalsel, Brigjen Pol Nurullah, Direktur Utama PT Len Industri, Bobby Rasyidin, Wakil Walikota Banjarbaru, Wartono dan jajaran perwakilan forkopimda lainnya.
Diketahui pada kawasan itu nantinya akan dibangun sejumlah gedung diantaranya yaitu tower satrad, gapura satrad, rumah panel, mess paskhas, mushola dan sebagainya.
Dalam kesempatan itu juga dilaksanakan pemberian tali asih kepada enam orang perwakilan masyarakat.
“Keberadaan radar ini adalah salah satu realisasi alusista Angkatan Udara, kami sangat berterima kasih kepada Presiden dan Pemerintah Kota setempat yang memberikan perhatian begitu besar kepada Angkatan Udara, khususnya dalam pertahanan,” ucap Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono.
Tonny menyebut, salah satu upaya modernisasi alutsista adalah pengadaan 25 radar baru. Tercatat ada 13 radar baru yang akan dibangun di lokasi baru, sementara 12 radar lainnya akan menggantikan Satrad yang lama.
“Pembangunan 13 radar baru dilaksanakan oleh PT LEN dan Radar sendiri buatan Thales dari Perancis,” ungkap Tonny.
Di Kota Banjarbaru, Tonny menjelaskan ada tiga tempat yang akan dibangun. Ada ring 1 dan ring 2 yaitu satuan radarnya sendiri.
“Di mana tempat radarnya beserta pos jaga, perkantoran dan fasilitas lainnya. Sedangkan ring 3 di dekat Lanud Sjamsudin Noor dibangun perumahan-perumahan,” terangnya.
Diketahui bahwa Satradar Banjarbaru diklaim memiliki jangkauan radar hingga 515 kilometer. Nantinya, Satradar akan mengamankan jalur Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) 2 dengan perairan selatan Kalimantan. adp/ani

