Mata Banua Online
Minggu, Februari 1, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Komisi II DPRD Kalsel pantau ketahanan pangan dan agrowisata Tanbu

by Mata Banua
12 Januari 2025
in Daerah, Lintas
0

 

KETAHANAN PANGAN-Rombongan Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) saat monitoring program ketahanan pangan dan agrowisata di Kabupaten Tanah Bumbu. (foto:mb/ant)

BATULICIN-Komisi II Bidang Ekonomi dan Keuangan DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), melakukan pemantauan terhadap program ketahanan pangan dan agrowisata di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), atau daerah yang berada di wilayah timur provinsi tersebut.

Berita Lainnya

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

1 Februari 2026
Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

29 Januari 2026

“Kita perlu memantau program ketahanan pangan dan agrowisata Tanbu. Apalagi provinsi kita sebagai penyangga pangan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang berada di daerah tetangga dan Tanbu berdekatan,” ujar Wakil Ketua Komisi II H Suripno Sumas ketika dikonfirmasi di Banjarmasin, Sabtu.

Dia menambahkan, pemantauan atau monitoring Komisi II kali ini fokus pada Desa Batulicin Irigasi Tanbu.

“Kita mengapresiasi pemerintah desa setempat lantaran dianggap sudah sangat maju, dalam hal menciptakan ketahanan pangan maupun juga agrowisata,” ujar Suripno sesudah melihat beberapa tempat yang menjadi agrowisata.

Menurut anggota DPRD Kalsel itu, agrowisata tersebut, perlu pengembangan dan peningkatan promosi agar masyarakat luas lebih mengenal.

“Dari hasil pemantauan ada beberapa yang merupakan pekerjaan rumah (PR) yang akan kita bawa atau bicarakan dengan mitra kerja terkait,” tambah Suripno didampingi Ketua Komisi II Muhammad Yani Helmi yang akrab dengan sapaan Paman Yani.

Dia juga menyebutkan, beberapa catatan tersebut antara lain bahwa Batulicin merupakan langganan banjir kala musim penghujan, karenanya masyarakat setempat meminta kelanjutan dari realisasi proyek Irigasi Kusan.

“Kami berharap agar Kepala Dinas Pertanian dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), dapat memproses keinginan masyarakat Batulicin” ujar Suripno.

Ditambahkan dia, di Batulicin sudah ada “home industry” (industri rumah tangga) sendiri, namun masih terkendala dalam hal pemasaran.

“Hal tersebut akan dikoordinasikan dengan Dinas Perindustrian bagaimana, agar upaya dan hasil usaha warga bisa sampai ke daerah-daerah lain,” demikian Suripno Sums.

Sementara itu, menurut Sekretaris Komisi II H. Jahrian, agrowisata di provinsi ini sangat potensial dan perlu promosi yang baik sebagai kunci agar wisata bisa berkembang dan diminati.

“Selain itu, penambahan wahana-wahana dan prasarana juga penting untuk dibangun,” kata Jahrian.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper