
BANJARBARU – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kalimantan Selatan selama tahun 2024 telah melakukan penanaman atau rehab kawasan pesisir Kalimantan Selatan dengan ratusan ribu pohon mangrove.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalsel, Rusdi Hartono, di Banjarbaru, Rabu (8/1) mengungkapkan tahun 2024 ini penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir mengalami peningkatan dari tahun tahun sebelumnya.
“Jika tahun 2023 lalu hanya sekitar 10 ribu pohon, maka tahun 2024 ini mengalami peningkatan signifikan yakni mencapai 238 ribu pohon di atas lahan konservasi sekitar 50 hektar,” ujarnya.
Menurut Rusdi, penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir tersebut akan dilanjutkan tahun 2025 ini dan diharapkan akan semakin mengurangi kawasan mangrove yang kondisinya jarang.
Penanaman pohon mangrove tahun 2024 sebanyak 238 ribu pohon tersebut terbanyak di Kabupaten Kotabaru sekitar 155 ribu pohon, disusul Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) 55 ribu pohon dan Kabupaten Tanah Laut (Tala) sekitar 32 ribu pohon.
“Kita telah selesai melakukan penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir Kabupaten Tala, Tanbu dan Kabupaten Kotabaru,” katanya.
Menurut dia, penanaman pohon mangrove di kawasan pesisir ini untuk merehab kawasan pesisir yang mengalami kerusakan, tidak termasuk yang berada di kawasan konservasi, karena hal itu kewenangan Balai Konservasi.
Penanaman pohon mangrove tersebut, katanya, dimaksudkan untuk memulihkan kawasan pesisir dan juga dalam rangka menjaga kelestarian wilayah pesisir.
“Kita berharap melalui perbaikan kawasan pesisir tersebut akan berkontribusi pada peningkatan sumber daya perikanan, khususnya kawasan pesisir,” katanya.
Menyinggung kawasan konservasi, Rusdi menyebutkan Kalsel memiliki kawasan konservasi seluas 169 ribu hektar yang terbagi pada empat zona.
Zona kawasan konservasi tersebut, sebut Rusdi, meliputi Zona Angsana dan Sungai Loban, di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), Pulau Laut Kepulauan, Pulau Samber Gelap, termasuk wilayah Kabupaten Kotabaru. ani

