Mata Banua Online
Senin, Februari 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

89 Desa di Hulu Sungai Utara Terendam Banjir

by Mata Banua
7 Januari 2025
in Daerah, Lintas
0

 

BANJIR-Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat banjir yang mulai berlangsung sejak akhir Desember 2024 tersebut masih berlangsung. (foto:mb/ist)

BANJARMASIN, – Sejak sepekan terakhir bencana banjir yang melanda puluhan desa dataran rendah dan rawa di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Provinsi Kalimantan Selatan hingga kini masih berlangsung. Tercatat 89 desa yang tersebar di sembilan kecamatan Hulu Sungai Utara terendam banjir.

Berita Lainnya

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

1 Februari 2026
Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

29 Januari 2026

Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalsel, Faried Fakhmansyah, dalam laporan kebencanaannya, ia mengatakan, banjir saat ini masih melanda wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. “Banjir di beberapa daerah sebelumnya sudah surut, namun banjir masih melanda sejumlah daerah di Hulu Sungai Utara,” tuturnya.

Data Pusdalops BPBD Kalsel mencatat banjir yang mulai berlangsung sejak akhir Desember 2024 tersebut masih berlangsung.

Hulu Sungai Utara sendiri wilayahnya merupakan dataran rendah dan menjadi pertemuan sungai-sungai besar seperti Sungai Balangan, Sungai Nagara dan Sungai Tabalong. Wilayah ini juga dilindasi Sungai Barito yang berbatasan dengan wilayah Kalimantan Tengah.

Tercatat banjir merendami daerah-daerah dataran rendah dan rawa di 89 desa pada sembilan kecamatan yaitu Banjang, Amuntai Tengah, Amuntai Selatan, Amuntai Utara, Sungai Pandan, Sungai Tabukan, Haur Gading, Sungai Tabukan dan Babirik.

Tercatat jumlah rumah warga yang terendam banjir sebanyak 4.757 rumah dengan jumlah warga korban terdampak banjir 5.609 keluarga atau 15.952 jiwa. Sebanyak 40 sekolah, 41 tempat ibadah, 10 fasilitas kesehatan, jalan desa dan sejumlah fasilitas umum lainnya juga terendam banjir.

Ketinggian banjir yang disebabkan meluapnya sungai dan rawa tersebut bervariasi. Di beberapa lokasi ketinggian banjir mencapai satu meter merendami permukiman atau 30 cm hingga setengah meter merendami jalan. Banjir menyebabkan aktivitas warga terganggu.

Pada bagian lain BPBD Kalsel juga mencatat kondisi cuaca buruk di wilayah perairan dimana tinggi gelombang di perairan Selatan Kalimantan (Laut Jawa) mencapai tiga meter dan 2,5 meter di perairan Kotabaru. Sementara angin kencang juga terjadi di beberapa daerah di Kalsel, demikian dikutip dari laman {{Landskap}}.{mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper