
BANJARMASIN – Momen spesial Milad ke-50, Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina didampingi Ketua TP-PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, menggelar Pengajian dan Silaturahim Awal Tahun 2025, sekaligus perpisahan atas kepemimpinannya, di Resto Lima Rasa, Sabtu (4/1).
Acara yang diisi tausyiah oleh Ustadz Hilman Fauzi ini, dihadiri Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin, Wakil Walikota Banjarmasin H Arifin Noor, Wakil Ketua TP-PKK Hj Hardiyanti, Forkopimda, ASN, ulama, tokoh masyarakat, dan jajaran pemerintah.
H Ibnu Sina yang telah memimpin Banjarmasin sejak 2016 hingga awal 2025, berbagi refleksi atas perjalanan panjang kepemimpinannya. “Usia 50 tahun adalah usia matang dan dewasa. Dalam usia ini, saya belajar untuk lebih banyak bersyukur, bersabar, dan berdoa, seperti yang disampaikan Ustadz Hilman,” ujarnya. Ia juga mengenang berbagai dinamika selama 10 tahun yang penuh kenangan bersama masyarakat dan pegawai Pemko Banjarmasin.
“Terima kasih kepada semua pihak, tua maupun muda, yang telah bersama-sama mewujudkan Banjarmasin Baiman. Meski ada pasang surut, itulah dinamika yang menjadikan kota ini lebih baik,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, dua karya penting yang disusunnya selama menjabat sebagai Walikota Banjarmasin. Yang pertama, sebuah buku berjudul; “10 Tahun Membangun Banjarmasin Baiman” yang merangkum perjalanan pengabdian dirinya dari masa kepemimpinan bersama Hermansyah hingga Arifin Noor. Kemudian, Ibnu juga mendirikan yayasan; “Ibnu Sina Baiman Foundation” yang dirancang untuk mendukung pembangunan kota melalui pemberdayaan UMKM.
Ia menjelaskan, meski masa jabatannya berakhir, pengabdian tidak akan berhenti. “Berpisah bukan berarti memutus silaturahim. Saya berharap bisa terus berkontribusi bagi kota ini dalam peran yang berbeda,” ungkapnya.
Sementara, Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin Ikhsan Budiman, mewakili ASN Pemko, memberikan penghargaan tinggi atas gaya kepemimpinan Ibnu Sina dan Arifin Noor yang dianggap menjadi panutan.
“Pak Ibnu dan Pak Arifin selalu memimpin dengan kelembutan, tidak pernah marah, apalagi membentak. Arahan mereka sangat menginspirasi kami untuk menjalankan visi-misi pembangunan kota,” katanya.
Ia menambahkan, “Jasa pian tidak akan terlupakan, Pak Ibnu dan Pak Arifin. Terima kasih atas dedikasinya yang telah membawa Banjarmasin ke arah yang lebih baik.” tambahnya.
Kini, tongkat estafet kepemimpinan berpindah, namun harapan untuk masa depan Banjarmasin yang lebih baik terus menyala. “Kami percaya, semangat yang telah ditanamkan akan terus tumbuh dan membimbing kita untuk melangkah lebih jauh,” tutup Ikhsan Budiman. via

