
AMUNTAI- Kontingen dari perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), berhasil meraih juara 2 pada Sayembara Menulis Cerita Pendek (Cerpen), yang dilaksanakan pada rangkaian kegiatan Aruh Sastra Kalimantan Selatan XXI yang dilaksanakan di Barikin Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Aruh Sastra Kalimantan Selatan (ASKS) merupakan agenda atau event Sastra besar tahunan yang mana di tahun 2024, ini untuk putaran yang ke 21 HST menjadi Tuan Rumah, setelah dilaksanakan kali pertama di Kandangan pada tahun 2004 silam.
Seiring perjalanan event sastra terbesar di Kalimantan Selatan, dan menjadi satu-satunya rutin dilaksanakan setiap tahunnya ini setidaknya event tersebut, menumbuhkan dan melahirkan penulis penulis baru di Kalimantan selatan, khususnya di Kabupaten Hulu Sungai Utara.
Melalui 7 Lomba ataupun sayembara kepenulisan yang dilaksanakan pada event Aruh Sastra ke 21 ini, 11 peserta dari Kabupaten Hulu Sungai Utara, dinyatakan lolos kurasi dari panitia dan hasil karya dari ke sebelas penulis tersebut dimuat pada buku-buku dan Novel yang di cetak dan dibagikan pada acara puncak Aruh Sastra di Desa Barikin, Kabupaten Hulu Sungai Tengah.
Adalah Nada Kamilah, Siswi dari SMAN 1 Amuntai ini merupakan kontingen Perwakilan dari Disdikbud Kabupaten Hulu Sungai Utara berhasil meraih juara ke 2 pada Sayembara Menulis Cerita Pendek (Cerpen), Nada sebelumnya dinyatakan lulus kurasi dan menjadi salah satu dari 18 orang yang masuk sebagai Nominasi Pemenang pada lomba tersebut.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan HSU, Rahman Heriadi menyambut baik kegiatan tersebut. Kegiatan ini, sangat Positif sekali untuk generasi penerus penghasil karya sastra di banua.
Selain memperkaya khasanan literasi juga tetap mengaja saktalistas sebuah buku ditengah serangan dunia digital yang masif ini.
Kabid Kebudayaan Disdikbud, Hj. Rahmawati juga mengucapkan selamat kepada rekan-rekan yang hasil karyanya telah diterbitkan, terkhusus untuk ananda Nada Kamilah yang telah berhasil meraih Juara 2 pada sayembara menulis cerpen, semoga bisa selalu bisa menghasilkan karya sastra yang memperkaya dunia literasi di kabupaten Hulu Sungai Utara.
Terlebih yang telah mengangkat isu-isu kebudayaan lokal, sehingga bisa melestarikan kebudayaan melalui hasil karya tulisan yang bisa dibaca masyarakat luas dan generasi muda di Kabupaten HSU, katanya.{{suf/mb03]}

