
TANJUNG – Penjabat (Pj) Bupati Tabalong Hj Hamida Munawarah menghadiri dan membuka kegiatan Simposium Internasional Riset, Inovasi, dan Publikasi (ICRIP) 2024.Kegiatan tersebut digagas oleh Afiliasi Penerbit Perguruan Tinggi Indonesia (APPTI) Koordinator wilayah Kalimantan dan di ikuti oleh ratusan peserta.
“Kegiatan ini akan dilaksanakan selama 4 hari dengan total pesertanya sekitar 500 orang, kebanyakan peserta yang mengikuti kegiatan ini melalui online atau virtual,” jelas Ketua Pelaksana ICRIP, Abdul Hadi di Pendopo Bersinar, Jumat (15/11).
Abdul Hadi pun sangat berterimakasih dan mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Tabalong sudah mendukung dan mensukseskan kegiatan ICRIP kali ini.Dalam kesempatan tersebut, Pj Bupati Tabalong, Hj Hamida Munawarah mengatakan bahwa Pemerintah sangat menyambut baik atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, hal tersebut juga sesuai dengan tema yang diusung Penguatan Keberlanjutan Ibu Kota Baru melalui Riset, Inovasi, dan Publikasi, karena Tabalong sedang mempersiapkan diri sebagai penyangga IKN,” jelasnya.
Hamida pun yakin, Tabalong dapat menjadi penyangga IKN, selain menjadi salah satu daerah penghasil batu bara terbesar di Kalimantan Selatan, juga memiliki potensi sektor yang besar di bidang lain.
“Potensi di sektor lainnya juga besar, seperti di bidang perikanan darat di Kecamatan Kelua merupakan satu dari banyak persiapan Kabupaten Tabalong sebagai penyangga IKN, hal ini tentu kompetitif, mengingat kabupaten lain sekitar IKN mengandalkan ikan laut,” tuturnya.
Dalam waktu dekat, lanjut Hamida, pihaknya juga telah mengembangkan perkebunan yang bernama Perkebunan Kelapa Dalam di dataran rendah sepanjang Sungai Tabalong.Dalam hal ini Perkebunan Kelapa Dalam juga ia pandang kompetitif, karena ini dapat menjadi substitusi minyak sawit yang lebih sehat untuk dikonsumsi dan ramah lingkungan.
“Dalam rangka eksekusi kebijakan dan program ini, kami membuka diri terhadap para pelaku usaha, koperasi, dan lembaga swadaya masyarakat, serta pemangku kepentingan lainnya,” ungkapnya.
Ia juga mengatakan, seiring dengan kemajuan ilmu, teknologi, dan peradaban, pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan gerbang kesuksesan Kabupaten Tabalong sebagai penyangga IKN di masa yang akan datang.
“Oleh karena itu, pengelolaan pendidikan dari jenjang dasar sampai perguruan tinggi sangat relevan dan urgent dilakukan, jika SDM Tabalong tidak mau tergerus oleh para angkatan kerja sarjana dari daerah lain,” katanya.
Hamida juga mengajak masyarakat Tabalong agar tetap harus kompetitif menguasai sumber daya alam, lingkungan dan budaya yang ada di Tabalong.”Harus tetap kompetitif menguasai sumber daya alam, lingkungan, dan budaya di Kabupaten Tabalong. Dengan pengelolaan dunia pendidikan yang baik, kami yakin SDM Tabalong akan turut diperhitungkan di IKN nantinya,” pungkasnya.yan/rds

