Mata Banua Online
Jumat, Maret 6, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Disdikbud Tunggu Surat Resmi Tiga Menteri

by Mata Banua
29 Oktober 2024
in DPRD Kalsel
0

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel Muhammadun saat rapat dengan Komisi IV DPRD Kalsel.(foto;mb/rds)

BANJARMASIN- Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammadun masih menunggu surat resmi dari tiga kementerian pecahan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset, terkait perubahan program Full Day School, Kurikulum Merdeka Belajar termasuk sisitem Zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru ( PPDB ).

Berita Lainnya

Anggota DPRD Kalsel Sosialisasikan Zakat ke Warga Banjarmasin

Anggota DPRD Kalsel Sosialisasikan Zakat ke Warga Banjarmasin

5 Maret 2026
Wabup Tanah Laut Hadiri RUPS Bank Kalsel

Wabup Tanah Laut Hadiri RUPS Bank Kalsel

5 Maret 2026

Namun hingga kini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kalimantan Selatan tetap menyiapkan sarana prasarana, kurikulum, peserta didik, bidang menangani guru dan PTT baik itu bagi pelindungan dan pelatihannya di tahun 2025 mendatang.

Serta kebudayaan agar bisa melestarikan kebudayaan yang baik, agar merawat cagar alam bisa menjadi sejarah. Untuk pembangunan sekolah baru ada SMA yang akan di bangun di Pelaihari Kabupaten Tanah Laut.

Disinggung terkait Full Day School, Muhammadun menjelaskan karena Kementerian Pendidikan, kebudayaan dan Riset ini terpecah menjadi tiga yakni Kementerian Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Kebudayaan.Maka Disdikbud Kalsel masih menunggu surat resminya apakah dirubah atau tidak.

“ Tapi kita lihat dulu surat resminya, termasuk evaluasi kurikulum dan penerimaan sistem zonasi PPDB tersebut apakah dirubah atau tidak. Karena ada blank spot banyak anak didik tidak bisa masuk sekolah,” ujar Muhammadun ditemui usai rapat dengan Komisi IV DPRD Kalsel di Banjarmasin, Selasa (29/10) siang.

Terkait pelindungan guru memberikan jaminan kesehatan dan baru di anggaran tambahan ini nanti ada jaminan tenaga kerja.” Mohon maaf misalnya kalau ada kecelakaan saat melaksanakan kerja akan dapat jaminan tenaga kerjanya,” jelasnya.

Penindakan hukum ini akan berjasama dengan ULM yang memang guru-guru tersebut membutuhkan perlindungan. Kita akan perintahkan untuk konsultasi ke pusat, baik masalah dana alokasi khusus, dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler danlainnya,” tambahnya.rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper