
BANJARMASIN – SDN Pengambangan 5 (Panglima) Banjarmasin ditunjuk menjadi pilot project dalam pengelolaan sampah sekolah Folu Net Sink 2030 (aksi mitigasi penurunan emisi gas rumah kaca) yang ditunjuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.
Sekolah yang meraih predikat Adiwiyata Mandiri ini mendapatkan anggaran untuk memberikan pelatihan kepada 20 sekolah predikat Adiwiyata Nasional dan Mandiri, baik Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) lainnya.
Kepala SDN Pengambangan 5 Wahyu Ekma Pranatalia mengatakan, kegiatan ini terselenggara berkat bantuan dari Kementerian LH untuk mencapai Folu Net Sink 2030 melalui aksi pengelolaan sampah sekolah.
“Sejauh ini pengelolaan sampah di sekolah Panglima menekankan pada pembiasaan untuk membuang sampah ke tempatnya,” ujarnya.
Kegiatan ini bertujuan mengurangi sampah dari sekolah. “Jadi jangan sampai sampah sekolah menumpuk dan menjadi penyumbang sampah yang besar di daerah. Kami terus berusaha untuk menekan hal itu,” ujarnya menekankan.
Sementara, Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan (Disdik) Banjarmasin Ibnul Qayyim mengatakan, pengelolaan sampah dimulai dari sekolah yang pengimbasannya diolah sedemikian rupa menjadi hasil barang dan bernilai.
“Contohnya, sabun cuci tangan yang diolah dari sampah. Ke depan sampah di sekolah dapat terpilah dan bisa dimanfaatkan untuk kesejahteraan sekolah, agar menjadi salah satu percontohan di sekolah lain.
Kepala Seksi Pengelolaan Sampah dan Limbah Bahan Berbahaya Beracun (B3) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Lalu Erwin Suprayanto, menambahkan, budaya untuk mengelola sampah sekolah bisa terbentuk dan terbawa kemana pun.
“Makanya melalui pembinaan dan arahan bagaimana siswa-siswi itu bisa melakukan pengelolaan sampah mulai dari sekolah. Minimal, kebiasaan mengelola sampah ini terbawa sampai ke rumah,” ujarnya. via

