Mata Banua Online
Kamis, Maret 5, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Prabowo: Jangan Ada Proyek Mercusuar

- Akui Kabinet Merah Putih Gendut

by Mata Banua
23 Oktober 2024
in Headlines
0

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta para menterinya tidak membuat proyek mercusuar pada pemerintahannya. Ia pun menugaskan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional untuk memastikan semua program dan kegiatan di semua kementerian dan lembaga punya kontribusi yang signifikan bagi rakyat.

“Pelajari lagi semua proyek, jangan ada proyek yang mercusuar. Semua ditujukan kepada yang saya sampaikan di depan Majelis Permusyaratan Rakyat, pada hari pelantikan saya,” kata Prabowo dalam Sidang Kabinet perdana di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10), seperti dikutip CNNindonesia.com.

Berita Lainnya

Bupati Pekalongan Sebut Tidak Ada OTT

Bupati Pekalongan Sebut Tidak Ada OTT

4 Maret 2026
KPK Minta Hakim Tolak Praperadilan Yaqut

KPK Minta Hakim Tolak Praperadilan Yaqut

4 Maret 2026

Prabowo menekankan Indonesia perlu swaswembada pangan sebagai prioritas di tengah kondisi global yang tak menentu. “Kita harus jamin kemampuan kita memberi makan rakyat kita sendiri,” kata dia.

Di sisi lain, Prabowo juga menekankan Indonesia perlu melakukan swasembada energi. Ia bersyukur Indonesia memiliki sumber daya alam yang sangat besar sehingga tak boleh ragu untuk memanfaatkannya.

“Hilirisasi kunci dari pada kemakmuran karena itu saya minta menteri-menteri terkait menteri investasi hilirisasi, Menteri Bappenas, Menteri ESDM dengan beberapa menteri lain dibantu Menko Perekonomian dan Ketua Dewan Ekonomi Nasional saya minta segera inventarisir proyek-proyek dalam program hilirisasi kita,” ujarnya.

Ketua umum Partai Gerindra itu mengajak para menterinya untuk berani dan tidak ragu-ragu memberi pelayanan terbaik kepada rakyat.

“Kalau anda tidak puas dengan pejabat pejabat di bawah anda, laporkan, kita segera ganti. Begitu banyak orang yang mau mengabdi. Tidak ada orang di sini yang kebal,” ujarnya.

Prabowo Subianto menyinggung pengorbanan wong cilik dalam pidato perdananya usai resmi dilantik sebagai Presiden di Sidang Paripurna MPR, Minggu (20/10).

Prabowo meminta agar semua pihak ingat terhadap pengorbanan wong cilik terhadap kemerdekaan Indonesia. Menurut Prabowo, kemerdekaan Indonesia diraih dengan pengorbanan masyarakat.

“Kita harus paham dan ingat selalu, pengorbanan dari rakyat kita paling miskin, wong cilik yang memberi makan pada pejuang,” kata Prabowo dalam pidatonya.

Prabowo bilang bahwa para petani dan nelayan adalah mereka yang memberi makan para pejuang kemerdekaan saat negara tak memiliki anggaran, APBN, untuk menghidupi para pejuang dan pahlawan.

“Janganlah kita lupa waktu perang tidak punya anggaran, APBN, pasukan kita tidak digaji, siapa yang beri makan kita? yang beri makan petani-petani di desa, para nelayan,” katanya.

Masih di sidang kabinet, Prabowo Subianto tak memungkiri Kabinet Merah Putih beranggotakan banyak orang alias gendut. Namun, ia mengaku memiliki sejumlah alasan yang rasional sehingga membentuk kabinet yang membengkak dari pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

Salah satu alasannya, kata Prabowo, Indonesia merupakan negara terbesar keempat dari jumlah penduduk. Pun Indonesia memiliki banyak pulau dan area yang luas sehingga menurutnya memerlukan penanganan dan pengawasan yang lebih maksimal.

“Jumlah [anggota kabinet] ini saya sadari memang bisa dianggap tergolong besar, tetapi memang bangsa kita bangsa yang besar,” katanya.

Prabowo pun membandingkan Indonesia yang menurutnya memiliki luas wilayah yang sama dengan Eropa Barat. Ia juga menyinggung Uni Eropa memiliki 27 negara.

“Mengelola Eropa itu membutuhkan 27 Menteri keuangan, 27 menteri pertahanan, 27 menteri dalam negeri saudara-saudara. Kita seluas Eropa Barat,” imbuhnya.

Selain itu, Prabowo juga menekankan Indonesia menganut sistem politik demokratis dan bukan otoriter. Apabila Indonesia menganut otoriter, maka menurutnya tak perlu banyak pemimpin dalam negeri.

Oleh sebab itu, Prabowo mengaku mengisi kabinetnya dengan banyak orang lantaran untuk memperkuat pelaksanaan proyek-proyek yang alan mendukung keberlangsungan bangsa dan negara.

Prabowo juga menjelaskan alasannya membentuk lima badan baru karena ada hal-hal yang menurutnya perlu diperkuat. Ia pun membantah apabila pembentukan badan itu untuk mencampuri urusan kementerian.

“Tapi saya ingin membantu, di mana ada bottle neck, di mana ada kesulitan segera kita atasi. Marilah kita jujur mengakui bahwa birokrasi di kita sangat terkenal, sangat terkenal ribetnya, sangat terkenal lambatnya,” ujar Prabowo. web

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper