
AMUNTAI- Pj Bupati HSU Drs H Zakly Asswan MM, membuka secara resmi Focus Group Discussion (FGD), guna peningkatan kapasitas dan optimalisasi pembuatan dokumen Anggaran Responsif Gender (ARG) di hotel Treepark Banjarmasin.
Kegiatan dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Adapun peserta yang mengikuti FGD ini, semua Kasubag Program dan data atau pembuatan dokumen ARG dilingkungan Pemerintah Kabupaten HSU.
Kepala DPPPA Kabupaten HSU H Hermani Johan dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini digelar dari tanggal 17 sampai dengan 19 Oktober 2024, dengan narasumber yang dihadirkan langsung dari Kementerian PPPA Ibu Safda Reva Rendra Dwi Wantara Suyanto.
Kesetaraan gender menjadi permasalahan global saat ini, terutama dalam roda pembangunan, untuk itu DPPPA HSU berkomitmen meningkatkan keadilan gender antara laki-laki dan perempuan dalam setiap kkebijakan maupun pelaksanaan pembangunan daerah.
Hermani menjelaskan, sebagaimana yang tertuang dalam Peraturan Daerah Kabupaten Hulu Sungai Utara No. 15 tahun 2015 tentang Pengarusutamaan Gender dalam Pembangunan Daerah dan Peraturan Bupati No. 22 tahun 2016, tentang Pedoman Teknis Pelaksanaan Penyusunan Anggaran Responsif Gender (ARG) di Kabupaten Hulu Sungai Utara untuk itu setiap kebijakan dan pelaksanaan pembangunan daerah diorientasikan dengan memaksimalkan asas-asas ketaraan gender.
Dengan dihadirkannya narasumber langsung dari Kementerian PPPA kegiatan ini, diharapkan membuka wawasan kita semua untuk lebih memahami arti dan pentingnya kesetaraan gender dalam menjalankan roda pemerintahan maupun pembangunan di Kabupaten HSU, katanya.
Pj. Bupati HSU H Zakly Asswan merespon positif dan mengapresiasi DPPPA Hulu Sungai Utara yang telah menyelenggarakan kegiatan ini.
Bukan menjadi rahasia umum lagi, bahwa perempuan di negeri ini sering dihadapkan aturan sosial dan budaya masyarakat setempat yang lebih mengutamakan laki-laki. Padahal bisa jadi dari segi kemampuan dan keterampilan, perempuan mungkin mampu mengungguli laki-laki. Akan tetapi aturan sosial dan budaya tersebut telah bertahun-tahun tertanam kuat dan menjadi gerak langkah perempuan untuk maju menjadi terhambat.
Padahal kaum perempuan merupakan potensi yang tidak dapat kita abaikan, baik dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga dalam penyelenggaraan pemerintahan saat ini, keadilan gender menjadi aapek yang sangat penting dan harus direspon dalam setiap aktivitas pembangunan.
Pj. Bupati menambahkan, bahkan dalam sebuah hadist dikatakan Rasulullah pernah ditanya siapa yang harus diutamakan ayah atau ibu, maka Rasulullah menjawab “ibumu, ibumu, ibumu baru ayahmu” Ini menandakan peran perempuan tidak main-main.
Untuk itu, Zakly Asswan kepada semua peserta untuk serius dalam mengikuti kegiatan ini, banyak oleh-oleh ilmu dari narasumber yang dihadirkan langsung dari Kementerian PPPA yang kita aplikasikan baik untuk kehidupan kita sehari-hari maupun dalam menjalankan tugas kita sebagai ASN pemerintah.{[suf/mb03]}

