Mata Banua Online
Kamis, Maret 5, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Kalsel Kenalkan Kekayaan Budaya Melalui Pekan Budaya Banua

by Mata Banua
21 Oktober 2024
in Indonesiana, Kotaku
0

 

Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso mencoba permainan tradisional balogo pada Pekan Kebudayaan Banua di Banjarbaru

BANJARBARU – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan bersama Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi RI mengenalkan kekayaan budaya lokal melalui Pekan Kebudayaan Banua pada 21-25 Oktober 2024.

Berita Lainnya

Komisi IV Perjuangkan Anggaran Dinsos

Komisi IV Perjuangkan Anggaran Dinsos

4 Maret 2026
Antisipasi Bali, Kepolisian Gelar KRYD

Antisipasi Bali, Kepolisian Gelar KRYD

4 Maret 2026

Pekan Kebudayaan Banua yang berlangsung di Lapangan Murjani Banjarbaru, Senin (21/10) dibuka secara resmi Staf Ahli Bidang Pe­me­rin­tahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso, SSos, MSi mewakili Gubernur Kalsel.

Staf Ahli, Adi Santoso mengatakan kegiatan tersebut langkah penting melestarikan warisan budaya nusantara dan meningkatkan kesadaran masyarakat agar melindungi kekayaan budaya.

“Kegiatan ini sebagai upaya bersama untuk menjaga identitas dan jati diri kita, sebagai bangsa yang kaya akan budaya,” katanya.

Ia menjelaskan Pekan Budaya Banua program jalur rempah ini sebagai bagian dari rangkaian Festival Gerbang Nusantara 2024 yang me­nam­pilkan budaya tradisi masa lalu dan warisan berharga yang terus hidup dan relevan bagi generasi masa kini maupun mendatang.

Ia mengungkapkan Festival Gerbang Nusantara terintegrasi melalui jalur rempah, m­e­ngi­ngatkan sejarah peradaban maritim Nusantara penting karena pernah menjadi pusat perdagangan dunia dan penyebaran budaya.

“Kalimantan Selatan sebagai bagian dari sejarah besar ini, memiliki tanggung jawab untuk terus menjaga, melestarikan dan mem­promosikan budaya kita agar tetap hidup dan ber­kem­bang di tengah tantangan glo­balisasi,” ujar Adi.

Adi mengajak seluruh lapisan masyarakat menjadikan kesempatan ini, untuk mengenal lebih dalam kekayaan budaya kearifan lokal, menghargai warisan nenek moyang dan menanamkan nilai budaya kepada generasi muda In­do­nesia, terutama Kalsel.

Dalam kesempatan itu, dia mengharapkan Pekan Budaya Banua dapat memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong untuk me­les­ta­rikan budaya Kalsel.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, Hadeli Rosyaidi mengatakan kegiatan tersebut upaya mempromosikan dan memamerkan produk dan layanan kebudayaan.

“Berbagai rangkaian yang diselenggarakan untuk memeriahkan kegiatan ini yaitu ekspo, pameran budaya UMKM, pagelaran seni budaya dan perlombaan yang ber­kolaborasi dengan 13 ka­bupaten/kota di Kalsel,” katanya. an/ani

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper