
BANJARBARU – Memasuki musim penghujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) dan peralatan untuk menghadapi bencana alam banjir, angin puting beliung dan tanah longsor (Batingsor).
“Kita kini sedang melakukan pengecekan sejumlah peralatan penanggulangan bencana dalam upaya menghadapi bencana alam Batingsor di banua ini,” kata Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Raden Suria Fadliansyah, di Banjarbaru, Jumat (18/10).
Hal itu disampaikannya usai menghadiri rapat evaluasi bersama tim satuan tugas (Satgas) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kekeringan Provinsi Kalsel terhadap kondiri Karhutla dan kekeringan di Kalsel.
“Dari hasil rapat tim satgas karhutla dan kekeringan dan masukan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofika (BKMG) Banjarbaru, maka Tim Satgas Karhutla dihentikan mulai 31 Oktober 2024,” katanya.
Didampingi Kabid Kesiapsiagaan dan Pencegahan, Bambang Dedi Mulyadi, Suria menyebutkan persiapan terhadap dilakukan mengingat berdasarkan prakiraan BKMG curah hujan di Kalsel mulai akhir Oktober 2024.
“Dari laporan BMKG tersebut disebutkan bahwa November 2024 ini hujan merata di Kalsel dan hal itu yang menjadi dasar persiapan peralatan dan SDM dalam menghadapi bencana alam Batingsor tersebut,” katanya.
Dia menjelaskan, upaya melakukan langkah-langkah preventif tersebut diperlukan agar Kalsel siap menghadapi bencana alam datang setiap memasuki musim penghujan tersebut.
Selain itu, katanya, pihaknya juga akan melakukan edukasi terhadap masyarakat agar mewaspadai kemungkinan terjadinya bencana alam tersebut.
“Kami juga akan melakukan peringatan dini kepada masyarakat, terutama di daerah rawan bencana alam Batingsor tersebut agar lebih waspada dalam rangka mengurangi resiko dar bencana alam tersebut,” katanya. ani

