
MARTAPURA – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) RI, Siti Nurbaya memimpin penanaman pohon produktif di lokasi lahan kelompok tani hutan (KTH) Berkat Sulasih, Desa Sei Arfat, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Senin (14/10).
Penanaman pohon buah tersebut diikuti Dubes Norwegia untuk Indonesia dan Timor Leste, H E Rut Kruger Giverin, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan, Roy Rizali Anwar dan anggota kelompok tani hutan selasih.
Menurut Menteri LHK, penanaman pohon ini dimaksudkan untuk mengatasi emisi rumah kaca dan sekaligus untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani hutan.
“Penanaman pohon di KTH ini sebagai upaya untuk mengejar target pengurangan emisi rumah kaca di Indonesia, termasuk di Provinsi Kalsel ini,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Menteri LHK memuji upaya yang dilakukan pemerintah provinsi (Pemprov) Kalsel dengan program revolusi hijau sehingga mampu mempercepat pengurangan lahan kritis di daerah ini.
“Saya kira Kalsel termasuk yang terbaik dalam penanaman dan rehabilitasi kawasan hutan dan lahan yang degradasi serta melakukan penghijauan di daerah aliran sungai (DAS) melalui gerakan revolusi hijau,” katanya.
Namun demikian, kata Siti Nurbaya, Kalsel perlu terus menjaga dan mempertahankan target penanaman melalui gerakan revolusi hijau tersebut.
“Kita berkewajiban mendukung upaya mempercepat perbaikan dan rehabilitasi kawasan hutan dan lahan di Kalsel yang masih kritis sehingga kembali hijau,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Hj Fathimatuzzahra melaporkan luas lahan kritis di Kalsel dari tahun 2013 hingga 2022 berkurang seluas 184.102 hektar, hal itu menunjukkan gerakan revolusi hijau memberikan bukti nyata bagi perbaikan lingkungan di Kalsel.
Menurut Ibu Aya (sapaan akrabnya), Kalsel merupakan salah satu provinsi yang telah menyusun dokumen rencana sub nasional Indonesi’s FOLU Net Sink hingga 2030 untuk mendukung pencapaian target penurunan emisi gas rumah kaca Indonesia.
Tahun 2024, sebut Ibu Aya, melalui kegiatan Forest and Other Land Use Norwey Contibution (FULO NC Phase 1) Kalsel akan melakukan aksi mitigasi peningkatan cadangan karbon berupa pembuatan Hutan rakyat seluas 305 hektar pada lima KTH.
Khusus di KTH Berkat Sulasih yang penanamannya dihadiri Menteri LHK, Siti Nurbaya dan Dubes Norwegia untuk Indonesia dan Timor Leste ini, kata Ibu Aya, akan ditanami lahan seluas 70 hektar.
Jenis tanaman produktif yang dikembangkan pada KTH di Kalsel, katanya, meliputi karet okulasi, durian okulasi, rambutan okulasi, mangga okulasi, alpukat okulasi, langsat, cempedak, pampakin, petai dan jengkol. ani

