Mata Banua Online
Senin, Februari 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Risma, wanita sang inspirator pertanian dari Anjir Muara

by Mata Banua
13 Oktober 2024
in Daerah, Lintas
0

 

HASIL PANEN-Seorang wanita penyuluh pertanian Rismawati (48) memeriksa padi hasil panen di Desa Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. (foto:mb/ant)

MARABAHAN-Rismawati alias Risma, seorang perempuan berusia 48 tahun dari Desa Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala (Batola), Provinsi Kalimantan Selatan telah menggeluti profesi petani selama 20 tahun. Selain bertani, ia juga merupakan satu-satunya penyuluh swadaya perempuan di desanya.

Berita Lainnya

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

1 Februari 2026
Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

29 Januari 2026

Perannya sebagai petani tidak biasa, Rismawati menangani semua aspek pekerjaan di ladang, termasuk mengoperasikan traktor, panen, dan perawatan tanaman.”Setiap pekerjaan, baik berat maupun ringan, saya kerjakan,” ujarnya sambil tersenyum.

Sebagai seorang ibu rumah tangga, Risma juga membagi waktunya, untuk mengurus keluarga dan menjalankan usaha kecil berjualan mainan anak-anak.”Subuh saya urus anak-anak, pagi berjualan mainan, sore di ladang, dan malamnya lanjut urus rumah,” tambahnya.

Meski tugasnya sangat banyak, Risma tidak pernah kehilangan semangat untuk terus berkontribusi bagi keluarganya.

Bantuan dari pemerintah, seperti subsidi pupuk dan alat pertanian, sangat membantu kelancaran pekerjaannya di ladang.”Bantuan traktor mempercepat pekerjaan kami,” jelas Risma.

Bantuan tersebut, menurut Risma, dapat mengurangi beban kerja fisik dan meningkatkan produktivitas. Dukungan teknis dari pemerintah sudah cukup baik memfasilitasi pertumbuhan pertanian.

Namun, Risma menuturkan pelatihan khusus tentang pemberdayaan perempuan masih sangat jarang. “Pelatihan seperti pemberdayaan perempuan atau kesetaraan gender belum pernah ada,” ungkapnya.

Rismawati tak hanya menjalankan peran sebagai petani dan ibu, namun juga sebagai penyuluh swadaya yang membimbing petani lain di Desa Anjir Muara.

Sebagai satu-satunya perempuan di antara penyuluh lainnya, ia ingin membuktikan bahwa kaum hawa juga memiliki kemampuan dan peran penting pada sektor pertanian.”Saya ingin perempuan juga bisa berperan penting di dunia pertanian,” tuturnya.

Dedikasi Risma menjadi penyuluh menunjukkan kepedulian terhadap komunitas, membantu petani lain meningkatkan kualitas hasil pertanian.

Meskipun ia belum pernah mendapatkan pelatihan formal tentang pemberdayaan perempuan, semangat Risma sudah tertanam kuat dalam diri.

Ia percaya, bahwa jika program pemberdayaan perempuan lebih tersedia di komunitasnya, potensi perempuan di bidang pertanian akan semakin besar.

Pelatihan yang lebih komprehensif terkait hak-hak perempuan dan pemberdayaan bisa memperluas peran perempuan di berbagai bidang, tak hanya terbatas pada pertanian.{an/mb03]

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper