Mata Banua Online
Senin, Februari 2, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

18,7 hektare lahan terbakar di HSS

by Mata Banua
3 Oktober 2024
in Daerah, Lintas
0

 

KEBAKARAN LAHAN – Petugas gabungan memadamkan kebakaran lahan di Desa Pakan Dalam, Kecamatan Daha Utara, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. (foto:mb/ist)

KANDANGAN-Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (BPBD HSS) Kusairi menyampaikan 18,7 hektare lahan terbakar dan terbanyak di Kecamatan Daha Barat.

Berita Lainnya

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

1 Februari 2026
Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

Ikan mati massal di Batola, dewan minta dinas terkait bantu pokdatan

29 Januari 2026

“Berdasarkan data hingga awal Oktober 2024, karhutla yang berhasil ditangani BPBD HSS lebih dari 18 hektare,” kata Kusairi dikonfirmasi di Kandangan.

Dijelaskan dia, BPBD Kabupaten HSS menangani 18,7 hektare lahan terbakar yang tersebar pada beberapa kecamatan sesuai data per 1 Oktober 2024.

Kusairi mengungkapkan, lahan paling luas yang terdampak kebakaran mencapai 10,7 hektare di Kecamatan Daha Barat.

Disusul, Kecamatan Daha Utara seluas 3,8 hektare, Kecamatan Daha Selatan (2,7 hektare), Sungai Raya (1,25 hektare), dan Angkinang (0,25 hektare).

“Hasil sementara karhutla diduga karena ada orang yang membuka lahan, peruntukan lahan ini untuk lahan pertanian dan perikanan,” ungkap Kusairi.

Ditambahkan dia, karhutla di Kabupaten HSS belum berstatus tanggap darurat, atau masih siaga karena petugas gabungan termasuk BPBD setempat mampu memadamkan sumber api.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kusairi menyebutkan, musim kemarau termask kemarau basah atau normal tidak akan lama terjadi pada 2024.

“BMKG memperkirakan puncak kemarau bulan September 2024, dan bulan Oktober ini sudah memasuki musim penghujan,” tutur Kusairi.{[an/mb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper