
TANJUNG – Jambore Adaro PAUD Berkarakter yang di inisiasi PT Saptaindra Sejati (SIS) menjadi ajang meningkatkan kompetensi guru, membangun jaringan, dan kolaborasi antarguru PAUD binaan Adaro grup.
Selama dua hari sejak 10 hingga 11 September 2024, ribuan guru PAUD 14 kabupaten/kota dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Sumatera Selatan mengikuti pelatihan sekaligus ekspose capaian dari program dan binaan kepada para stakeholder yang hadir.
“Jambore Adaro PAUD 2024 Berkarakter bagian dari program untuk memberikan manfaat yang lebih bagi masyarakat,” ungkap Division Head SHE & External Relation PT Saptaindra Sejati Agung Sarono, Selasa (10/9).
Melalui pelatihan guru PAUD Berkarakter ini diharapkan bisa meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan pendidikan bagi anak usia dini menuju Indonesia Emas 2045.
Jambore PT Saptaindra Sejati Peduli Literasi dan Hak Baca Anak yang di gelar di Auditorium Islamic Center Tabalong ini juga menghadirkan Ketua Program Yayasan Cahaya Astra Literatus-Pendiri Majalah CIA Stefanie Augustin.
Stefanie mengenalkan tiga program utama dalam upaya penguatan literasi, di antaranya program Rumah Tunggu Literasi sebagai upaya pemenuhan hak anak untuk membaca.
“Kita ingin bangkitkan kesadaran para orangtua dan guru untuk menjadi contoh bagi anak didik, dan bersama-sama berjuang memenuhi hak anak untuk membaca,” katanya.
Ia pun mengapresiasi capaian yang dilakukan YABN bersama Adaro Group dalam melakukan pembinaan PAUD berkarakter sejak 2011.
Sementara, Ketua YABN Zuraida Murdia Hamdie menyebutkan, saat ini sebanyak 295 PAUD telah menerapkan pendidikan holistik berbasis karakter (PHBK), dengan peserta didik yang tersebar di 14 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
“Awalnya hanya 10 PAUD, dan setelah 12 tahun berjalan ribuan guru PAUD telah menerapkan konsep pendidikan berkarakter,” ungkap Zuraida.
Awal pelaksanaan program ini, YABN bekerja sama dengan Indonesia Heritage Foundation (IHF) melakukan pendampingan Pendidikan Holistik Berbasis Karakter untuk membentuk manusia secara utuh yang berkarakter, dengan mengembangkan aspek fisik, emosi, sosial, kreativitas, spiritual dan intelektual siswa secara optimal, termasuk membentuk manusia yang life long learners atau pembelajar sejati. ant

