Mata Banua Online
Kamis, Februari 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Bapanas Minta Rp20 Triliun Buat Bansos Beras-Telur Cs

by Mata Banua
5 September 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\September 2024\6 September 2024\7\Halman ekonomi (06 Sept )\master 7.jpg
BANSOS BERAS – Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta tambahan anggaran Rp20,22 triliun untuk menyalurkan bantuan pangan berupa beras hingga telur untuk satu semester tahun mendatang. Para penerima bansos beras yang telah direalsiasikan diwaktu sebelumnya. (foto:mb/web)

JAKARTA – Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta tambahan anggaran Rp20,22 triliun untuk menyalurkan bantuan pangan berupa beras hingga telur di 2025.

Kepala Bapanas Arif Prasetyo Adi mengatakan tambahan anggaran sebesar itu akan digunakan untuk beberapa peruntukan. Pertama, untuk bantuan pangan berupa beras selama enam bulan sebesar Rp16,68 triliun.

Berita Lainnya

Harga Ayam dan Telur Resahkan Emak-emak

Harga Ayam dan Telur Resahkan Emak-emak

18 Februari 2026
Harga Emas Antam Melorot Rp40 Ribu

Harga Emas Antam Melorot Rp40 Ribu

18 Februari 2026

“Bantuan pangan beras selama enam bulan (di 2025) Rp16,68 triliun karena bantuan pangan yang dulu memang belum sepersetujuan Komisi IV (DPR RI),” ucapnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta.

“Sehingga untuk kali ini kami ajukan karena kemarin badan ini (Bapanas), badan baru. Sehingga untuk pengajuan 2025 kami usulkan untuk enam bulan stabilisasi dalam bentuk bantuan pangan beras melalui Bulog Rp16,68 triliun,” tambah Arief.

Kedua, tambahan anggaran sekitar Rp20,22 triliun juga untuk penyaluran bantuan pangan berupa daging ayam dan telur. Bapanas butuh dana Rp834,1 miliar untuk menjalankan program itu selama enam bulan di 2025.

Ketiga, penyaluran beras untuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) senilai Rp1,5 triliun. Keempat, Arief merinci tambahan anggaran dibutuhkan untuk jagung SPHP Rp535 miliar.

Kelima, cadangan kedelai untuk SPHP sejumlah Rp637,8 miliar. Keenam, Arief mengatakan akan ada penyaluran cadangan pangan untuk bencana alam dan keadaan darurat selama setahun ke depan sebesar Rp37,9 miliar.

Bos Bapanas itu juga menekankan pentingnya menjaga stok beras di Perum Bulog. Arief menyebut pengadaan untuk CPP beras tdak boleh sampai telat. “Jadi, saya mengingatkan CPP, utamanya di Bulog menjadi penting. Ini tidak boleh terlambat,” tegas Arief.

“Mengenai projection (beras) nanti kita mesti duduk sama-sama dengan Pak Menteri Pertanian (Amran Sulaiman), apakah di tiga bulan terakhir (2024) plus 2 bulan di awal tahun (2025) bisa di atas konsumsi atau tidak,” tutupnya. cnn/mb06

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper