Mata Banua Online
Kamis, Februari 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Warga Diimbau Waspadai Cacar Monyet

by Mata Banua
4 September 2024
in Balangan, Indonesiana
0
D:\2024\September 2024\5 September 2024\2\2\Warga Diimbau Waspadai Cacar Monyet.jpg
Ilustrasi . Foto:mb/web)

 

BALANGAN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Balangan mengimbau kepada warga untuk waspada terhadap penyebaran virus cacar monyet atau Monkeypox (Mpox) yang saat ini mulai tersebar di Indonesia.

Berita Lainnya

ASN Dilarang Terlibat Judol dan Pinjol

ASN Dilarang Terlibat Judol dan Pinjol

18 Februari 2026
Polres HSU Musnahkan Ratusan Gram Sabu

Polres HSU Musnahkan Ratusan Gram Sabu

18 Februari 2026

“Kami mengimbau kepada warga untuk waspada terhadap virus cacar monyet ini, karena saat ini sudah mulai tersebar di daerah lain,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Balangan Ahmad Sauki, Rabu (4/9).

Ia mengatakan apabila ada masyarakat yang mengalami gejala virus cacar monyet, untuk segera mungkin datang ke puskesmas maupun rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan.

Ia mengungkapkan, adapun gejala awal yang di derita apabila terkena virus Mpox, yaitu demam, sakit kepala, nyeri otot, dan pembengkakan kelenjar getah bening, kemudian setelah beberapa hari muncul ruam kulit hingga berkembang menjadi lesi dan akhirnya perlahan mengelupas.

Sauki menegaskan upaya yang dilakukan pihaknya untuk mengantisipasi terjadinya kasus ini dengan meningkatkan kewaspadaan, deteksi dini dan respons guna mengetahui dan terus memantau perkembangan situasi dan informasi penyakit Mfox di masyarakat.

Selain itu pihaknya juga akan melaksanakan berbagai upaya pencegahan lainnya, di antaranya melakukan koordinasi dan komunikasi intensif dengan pihak terkait, penguatan surveilans berbasis masyarakat yang di dukung oleh tim surveilans puskesmas, dan meningkatkan kemampuan pelayan serta rujukan.

“Melalui upaya ini kita berharap di Balangan tidak ditemukan kasus terduga maupun terkonfirmasi Mfox. Dari pemantauan dan laporan hingga saat ini untuk di Kabupaten Balangan tidak ada pasien yang di duga maupun terkonfirmasi terkena Mfox,” ujarnya.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kalsel Anhar Ihwan mendorong dinas kesehatan kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat.

“Tujuannya agar masyarakat mengenali gejala dan tindakan yang harus dilakukan apabila menemukan gejala seperti cacar monyet,” ucapnya.

Ia berharap jika masyarakat merasakan gejala dari cacar monyet tersebut agar segera melakukan pemeriksaan ke fasyankes terdekat.

Sementara, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu mengonfirmasi bahwa hingga saat ini belum ada laporan kasus yang terkonfirmasi sebagai kasus cacar Monkeypox. Meski begitu, masyarakat di imbau agar tidak meanggap remeh virus tersebut,” kata Kepala Dinas Kesehatan Tanah Bumbu dr Muhammad Yandi Noor Jaya, Rabu (4/9).

Ia mengatakan, pihaknya dan pemangku kebijakan lain mengambil upaya pencegahan dan deteksi dini serta memantau secara intensif terkait laporan kasus penyakit yang berpotensi menyebabkan kejadian luar biasa atau wabah.

Selain itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu juga berkoordinasi dengan laboratorium rujukan yang memiliki kapasitas untuk melakukan pemeriksaan Monkeypox.

Secara umum, Yandi menyebutkan pencegahan dan pengendalian penyakit Monkeypox harus rajin mencuci tangan dengan sabun dan menghindari penggunaan alat makan dengan orang lain, kemudian menghindari kontak dengan hewan liar terutama hewan yang terinfeksi, memasak bahan makanan terutama daging hingga matang, serta suntik vaksinasi cacar.

Sementara, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Tanah Bumbu Wenti menambahkan, Pemerintah Pusat telah menyebarkan Surat Edaran Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/C/2160/2024 tertanggal 20 Agustus 2024 tentang Peningkatan Kewaspadaan terhadap MPOX (Monkeypox) di pintu masuk, pelabuhan dan bandar udara yang melayani lalu lintas domestik dan di wilayah.

Surat edaran tersebut, lanjut dia, telah diteruskan ke puskesmas untuk selanjutnya dapat memberikan informasi kepada masyarakat di wilayah agar tetap waspada terhadap virus tersebut.

Wenti menjelaskan, MPOX merupakan penyakit yang disebabkan Monkeypoxuirus (MPXV) dapat bersifat ringan dengan gejala yang berlangsung sekitar 2 hingga 4 minggu, namun dapat berkembang menjadi berat hingga kematian (Case Fatality Rate 3 hingga 6 persen).

Ia menguraikan penularan MPOX terjadi melalui kontak langsung dengan hewan ataupun manusia yang terinfeksi atau melalui kontak tidak langsung.

Penularan MPOX juga dapat melalui kontak langsung dengan lesi atau cairan tubuh melalui ciuman, sentuhan, oral, penetrasi vaginal maupun anal dengan seseorang yang terinfeksi MPOX.

Kemudian, penularan tidak langsung dapat terjadi melalui benda yang terkontaminasi, seperti tempat tidur penderita. ant

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper