
TANJUNG – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Tabalong, H Rusmadi mengatakan pihaknya akan terus berupaya agar kekerasan terhadap perempuan dan anak di Tabalong ditangani.
“Kita akan terus berupaya agar permasalahan kekerasan dan eksploitasi seksual terhadap perempuan dan anak di Tabalong dapat dicegah dan ditangani,” ujarnya setelah membuka pelatihan penerapan kode etik perlindungan dari kekerasan dan eksploitasi seksual, di Gedung Informasi, Selasa (27/8).
Ia menyebutkan, kasus pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak merupakan salah satu kasus yang sering terjadi di Tabalong, yang dimana ini berdasarkan informasi dari Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) DP3AP2KB.
“Untuk itu saya harap masyarakat lebih peduli terhadap orang-orang di sekitar apabila kasus tersebut terjadi. Sehingga, dengan adanya pelatihan ini, diharapkan kasus pelecehan seksual di Tabalong dapat berkurang dan dicegah,” tuturnya.
Oleh karena itu pihaknya akan terus berkomitmen memberikan pendampingan bagi korban pelecehan seksual, Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) serta hal yang mengenai perempuan dan anak melalui UPTD PPA.
“Tentunya kami akan melakukan penanganan kepada para korban untuk mengembalikan kepercayaan diri dengan bantuan psikologis agar mereka tidak mengalami trauma yang mendalam sehingga tidak mengalami depresi berat,” ungkapnya.
Rusmadi berpesan apabila perempuan dan anak mengalami kekerasan dan pelecehan seksual atau KDRT, mereka dapat melaporkannya.”Apabila perempuan dan anak mendapatkan kekerasan atau pelecehan bisa langsung melaporkan pelaku melalui Babinsa, Kamtibmas setempat, pihak berwajib dan UPTD PPA agar segera ditangani langsung,” pungkasnya.yan/rds

