
RANTAU,- Meningkatkan pelayanan prima mewujudkan reformasi birokrasi. Bagian organisasi Setda Tapin, membuat empat inovasi yakni inovasi Suka Mas Yan Setda, Inovasi Pentas Japin, Inovasi Pakulih Tapin dan inovasi yang lagi di gagas yakni Ngopi Supplement Smart And Gi serta akan membuat inovasi tentang pelayanan publik untuk memberikan reward kepada semua OPD.
Diinisiasi oleh inovator Hj Rini Yusnita SSTP MM, Kepala Bagian Organisasi Setda Tapin menjelaskan, inovasi Suka Mas Yan Setda, merupakan akronim dari survei kepuasan masyarakat atas pelayanan sekretariat daerah.
Inovasi ini dilatarbelakangi, saat bagian organisasi mempunyai kewajiban membuat laporan survei kepuasan masyarakat (SKM) pemerintah kabupaten Tapin, dengan cara merekap seluruh laporan SKM disetiap unit organisasi.
Apabila bapak, ibu, kakak, adik, saudara (i) telah menerima layanan dari bagian – bagian di sekretariat daerah kabupaten Tapin. Diharapkan untuk mengisi survey kepuasan masyarakat untuk melakukan barcode dan dilanjutkan, untuk memberikan pendapat terhadap layanan yang telah diterima.
“Suka Mas Yan Setda merupakan merupakan inovasi yang di inisiasi bagian organisasi, dan dilaksanakan di sembilan bagian di sekretariat daerah kabupaten Tapin,” paparnya.
Dijelaskan Hj Rini Yusnita, untuk Inovasi kedua Pentas Japin merupakan akronim dari penilaian prestasi kerja atas ASN dan non ASN dilingkungan sekretariat daerah, yang merupakan sebuah instrumen yang penilaiannya menitikberatkan pada 3 aspek yaitu aspek pekerjaan, aspek non teknis dan aspek budaya kerja.
Untuk aspek pekerjaan dinilai dari kemampuan, efektivitas dan efisiensi dalam bekerja, aspek non teknis dinilai dari ketertiban dan kemampuan dalam menghadapi dinamika pekerjaan, dan aspek budaya kerja dinilai dari implementasi komponen – komponen dari Core Values ASN Berakhlak.
Pentas Japin dilaksanakan secara periodik oleh pimpinan unit kerja, sebagai instrumen pemberian reward dan funismen bagi ASN.
Sedang inovasi ke tiga Pakulih Tapin (Pelayanan Kelembagaan Untuk Layanan Internal Pemerintahan Kabupaten Tapin), inovasi ini hadir, untuk memberikan pelayanan digitalisasi terkait tugas rutin di bagian organisasi untuk melakukan verifikasi dan validasi secara online untuk kewajiban penyampaian dokumen baik ke kementerian/lembaga/pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten Tapin.
Inovasiini dapat digunakan untuk analisis jabatan dan analisis beban kerja (Anjab ABK) secara berkala, pengukuran tingkat kematangan organisasi berdasarkan peraturan menteri dalam negeri No.99 tahun 2018, tentang pembinaan dan pengendalian penataan perangkat daerah.
Dan serta untuk evaluasi kelembagaan yang digunakan, untuk menganalisis kondisi exiting perangkat dan dialog kerja sebagai sarana feedback/umpan balik bagi OPD untuk menyampaikan saran/masukan dan faktor penghambat kemajuan organisasi, paparnya.
Hj Rini Yusnita menambahkan, untuk inovasi yang masih berproses yaitu Ngopi Supplement Smart And G (Ngobrol Pintar Seputar Implementasi SAKIP dan Informasi Tematik General).
Inovasi ini digagas karena banyaknya yang dan datang ke bagian organisasi untuk berdiskusi, apalagi menjelang evaluasi SAKIP dan RB.
Untuk inovasi ini kita akan menyiapkan mini bar, untuk duduk santai sambil ngopi dan ngobrol Pintar melalui podcast bersama narasumber yang kita undang.
“Inovasi ini masih gagasan, karena saat ini, tempat masih tidak memungkinkan. Walau legalitas sudah ada, namun perlu di dukung dengan peralatan dan perabotan yang perlu dianggarkan,” ungkapnya.
Dan Inovasi lainya yang juga akan digagas ialah tentang pelayanan publik, dimana kita setiap tahun akan memberikan reward kepada semua OPD. Untuk itu sebelumnya kita juga harus melakukan pembinaan.
“Dengan adanya penilaian digital, masing – masing OPD yang berjumlah 45 OPD akan mengisi data, sehingga dari 45 akan ada 10 yang baik dan 10 yang jelek. Nantinya 10 OPD yang jelek akan kita berikan pembinaan,” paparnya.{[her/mb03]}

