Mata Banua Online
Senin, Januari 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Borneo Economic Forum Mendukung Pertumbuhan Ekonomi Kalimantan

by Mata Banua
13 Agustus 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0

 

Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid , Ketua DPRD Kalsel H Supian HK, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso dan Ketua ASEAN-BAC Brunei Darussalam dan Co-Chair Borneo Economic Community, Haslina Taib, Ketua Kadin Kalsel Hj Shinta Laksmi Dewi saat membuka acara Borneo Economic Forum (BEF).(foto:mb/rds)

BANJARMASIN – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) dan Borneo Economic Community (BEC) hari ini berkolaborasi menggelar Borneo Economic Forum (BEF) untuk memperkuat kerja sama dan pertumbuhan bersama di antara negara-negara ASEAN yang tergabung dalam Borneo Economic Community.

Berita Lainnya

G:\2026\Januari\13 Januari 2026\5\Hal 5\Walikota Banjarmasin H.Muhammad Yamin dan istri memantau sampah kiriman di PSU Sungai Gampa.jpg

Limbah Kayu Kiriman Dibersihkan di Sungai Gampa

12 Januari 2026
G:\2026\Januari\13 Januari 2026\5\Hal 5\Walikota HM.Yamin dan anggota DPRD serta SKPD lingkungan pemko Banjarmasin meninjau banjir.jpg

Yamin Salurkan Bantuan Banjir di Sungai Lulut

12 Januari 2026

Mengusung tema “Regional Connectivity: A Pathway to Inclusive Growth”, ajang ini diharapkan dapat meningkatkan investasi ke Ibu Kota Nusantara (IKN), mendorong ekonomi Kalimantan secara merata dan berkontribusi terhadap perekonomian nasional demi mendukung visi Indonesia Emas 2045.

Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) H Sahbirin Noor dalam sambutannya yang diwakili Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Adi Santoso menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Kadin Indonesia dan Kadin Provinsi Kalsel atas terselenggaranya Borneo Economic Forum ini.

“Kami optimis Kalsel dengan posisinya sebagai gerbang IKN, memiliki peluang besar di kancah ASEAN. Kesempatan meraih investor terbuka lebar jika kita pandai memanfaatkan momentum. Borneo Economic Forum memberikan kita kesempatan membuka akses kolaborasi yang lebih luas dan membangun konsolidasi dengan negara-negara ASEAN di bawah pendampingan Kadin Indonesia dan Borneo Economic Community,” ujar Adi saat acara Borneo Economic Forum (BEF) di Hotel Rattan Inn Banjarmasin, Selasa (13/8).

Ketua ASEAN-BAC Indonesia sekaligus Ketua Umum Kadin Indonesia, Arsjad Rasjid, menekankan pentingnya Forum Ekonomi Borneo sebagai wadah untuk membahas dan merumuskan solusi bagi pengembangan ekonomi di Pulau Kalimantan.

Menurutnya, dengan PDB gabungan sekitar $165 miliar, Borneo memiliki posisi strategis sebagai pusat integrasi ekonomi dan perdagangan regional terutama dengan hadirnya IKN Nusantara di Kalimantan Timur.

“Forum Ini merupakan upaya untuk mendukung pembangunan ekonomi di Pulau Kalimantan. Tentunya dengan hadirnya pusat pemerintahan baru di IKN, Borneo berperan penting menjadi salah satu epicentrum of economic growth menuju pertumbuhan ekonomi 8% yang didorong oleh pemerintah terpilih Pak Prabowo dan Mas Gibran, sekaligus mengoptimalisasi potensi kolaborasi ekonomi di Borneo yang secara geografis berbatasan Siaran Pers untuk diterbitkan segera langsung dengan negara tetangga Malaysia dan Brunei sebagai bagian dari good neighbor policy,” tegas Arsjad.

Arsjad menambahkan bahwa Borneo juga berpotensi menjadi pusat pengembangan ekonomi hijau yang berkelanjutan melalui solusi berbasis alam, energi terbarukan, ekowisata, dan pasar karbon. Untuk itu, pembangunan infrastruktur yang terencana dan terintegrasi di Borneo sangat penting agar visi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan dapat tercapai.

“Saya mengajak lebih banyak pengusaha, baik dari Indonesia, Sabah, Sarawak, maupun Brunei, untuk memajukan cross-border trade dan membangun infrastruktur dan project terbarukan. Dengan demikian, kita dapat mewujudkan potensi besar Borneo sebagai pusat ekonomi hijau dan digital di ASEAN,” tambah Arsjad.

Ketua ASEAN-BAC Brunei Darussalam dan Co-Chair Borneo Economic Community, Haslina Taib, menegaskan bahwa BEC memiliki visi dan komitmen untuk memprioritaskan inklusi masyarakat dan UMKM dalam peluang ekonomi baru di bidang perdagangan lintas batas, investasi, masa depan pekerjaan, dan keberlanjutan.

Haslina juga menekankan pentingnya Nusantara sebagai ibu kota baru Indonesia dalam meningkatkan kerja sama perdagangan dan membangun pembangunan berkelanjutan di Borneo. Borneo Economic Forum yang diselenggarakan pada 13 Agustus 2024 di Hotel Rattan Inn Banjarmasin ini menghadirkan berbagai sesi diskusi panel yang berfokus pada tiga topik, yaitu perdagangan dan investasi, pembangunan manusia dan mobilitas, serta konektivitas infrastruktur.

Acara ini dihadiri oleh perwakilan bisnis dari Brunei Darussalam, Indonesia, dan Malaysia, serta para pemangku kepentingan lainnya yang akan membahas peluang investasi dan kolaborasi yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan Borneo dan mendukung pembangunan IKN Nusantara.rds

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper