Mata Banua Online
Kamis, Februari 19, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Impor Beras Melonjak 165 Persen

by Mata Banua
20 Juni 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Juni 2024\21 Juni 2024\7\7\BERITA-FOTO HAL  EKONOMI (21 - Juni )\hal 7 - 2 klm (bawah).jpg
(foto;mb/web)

 

JAKARTA – Badan Pusat Sta­tis­tik (BPS) mencatat impor be­ras pada periode Januari – Mei 2024 tlah naik 165,27% di­ban­di­ngkan periode yang sama ta­hun lalu. “Impor beras naik se­be­sar 165,27% dibandingkan Ja­nu­ari – Mei 2023,” ujar De­puti Bidang Statistik Produksi, BPS, M. Habibullah.

Berita Lainnya

Pemerintah Janjikan Stok Pangan Aman

Pemerintah Janjikan Stok Pangan Aman

19 Februari 2026
Mobilitas Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Menyusut

Mobilitas Mudik Lebaran 2026 Diperkirakan Menyusut

19 Februari 2026

Menyitir data BPS, secara ter­perinci total volume impor be­ras selama periode Januari – Mei 2024 mencapai 2,2 juta ton, na­ik 165,27% dibandingkan Ja­nu­ari – Mei 2023 sebanyak 854.290 ton. Adapun, impor be­ras terbanyak berasal dari Thailand sebanyak 918.901 ton. Se­lanjutnya, negara lain yang me­ma­sok beras impor ke Ind­o­ne­sia pada periode tersebut yaitu Viet­nam sebanyak 624.741 ton, Pa­kistan 390.846 ton, India 58.215 ton, dan Kamboja seban­yak 25.000 ton. Sisanya se­ban­yak 248.461 ton beras diimpor Da­ri negara lainnya.

Sementara itu, nilai yang ter­catat untuk impor beras se­ban­yak 2,26 juta ton pada periode Ja­nuari – Mei 2024 tercatat men­capai US$1,44 miliar atau sekitar Rp23,56 triliun. Nilai impor be­ras pada periode tersebut naik 224,26 dibandingkan Januari – Mei 2023 sekitar US$446,6 juta.

Secara terperinci, nilai impor be­ras Indonesia terhadap Thai­land sepanjang Januari – Mei 2024 mencapai US$597,63 juta; im­por beras dari Vietnam se­be­sar US$402,54 juta; nilai impor be­ras dari Pakistan sebesar US$245,9 juta; nilai impor beras be­ras dari India sebesar US$29,89 juta; dan nilai impor be­ras dari Kamboja tercatat men­ca­pai US$16,25 juta.

Habibullah menambahkan, im­por komoditas pangan lainnya pa­da periode Januari – Mei 2024 se­perti bawang putih turun 2,42% dibandingkan Januari – Mei 2023; impor gula naik 0,66% dibandingkan Januari – Mei 2023, impor daging sejenis lem­bu turun 48,36% di­ban­di­ng­kan Januari – Mei 2023, dan imor komoditas gandum naik se­besar 35,31% dibandingkan Ja­nu­ari – Mei 2023.

Berdasarkan catatan Bis­nis.com, Senin (10/6/2024), Ke­pala Badan Pangan Nasional (Ba­panas) Arief Prasetyo Adi me­n­yebut adanya risiko ke­ku­ra­ngan produksi beras tahun ini hi­ngga 5 juta ton. Arief mem­pro­yeksikan produksi beras p­a­da semester II/2024 akan an­jlok. Prediksi itu seiring ada­nya defisit produksi beras pe­ri­o­de Januari – Juli 2024 sebesar 2,6 juta ton. “Kalau diskusi saya de­ngan Pak Menteri Pertanian mem­proyeksikan sekitar 5 juta ton [kekurangan produksi be­ras]. Dilihat dari grafik dan pattern di semester kedua m­e­mang agak berat produksinya,” ujar Arief.

Saat dikonfirmasi, Arief be­lum bisa berspekulasi ihwal po­ten­si tambahan kuota impor be­ras tahun ini. Adapun, pe­me­rin­tah sebelumnya telah men­e­tap­kan impor beras pada2024 se­banyak 3,6 juta ton.

Sementara itu, Direktur Uta­ma Perum Bulog Bayu Krisnamurthi menyebut, rea­li­sa­si impor beras hingga saat ini su­dah mencapai 2 juta ton dari pe­nu­gasan 3,6 juta ton tahun ini. Se­ba­gian besar beras impor di­datangkan dari Vietnam, Thai­land, sama Pakistan. Me­n­u­rut Bayu, untuk pengadaan beras im­por, pihaknya tidak bisa me­ne­rapkan sistem hedging harga de­ngan para pemasok. Kendati be­gitu, dia memastikan telah men­jalin komitmen untuk peng­a­daan beras impor melalui kon­trak dengan pihak di negara sum­ber impor apabila sewaktu-waktu beras diperlukan. “Harga mar­ket, saya enggak bisa hed­ging aturannya enggak boleh,” ung­kapnya. bisn/mb06

 

Tags: BPSDe­puti Bidang Statistik ProduksiImpor BerasM. Habibullah
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper