Mata Banua Online
Minggu, Februari 1, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Bansos Beras Dilanjut 2025

by Mata Banua
19 Juni 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Juni 2024\20 Juni 2024\7\7\BERITA-FOTO HAL  EKONOMI (20- Juni )\hal 7 - 2 klm (bawah).jpg
(foto:mb/web)

 

JAKARTA – Bantuan pangan be­ras atau bansos beras beras di­anggap tidak menjawab per­so­alan krisis beras di dalam ne­ge­ri secara tuntas. Penggunaan Ang­garan Pendapatan dan Be­lanja Negara (APBN) didorong un­tuk program yang lebih pro­duktif.

Berita Lainnya

Harga Emas Antam Tembus Rp3 Juta Lebih

Harga Emas Antam Tembus Rp3 Juta Lebih

29 Januari 2026
Harga Beras dan Cabai Kompak Turun

Harga Beras dan Cabai Kompak Turun

29 Januari 2026

Badan Pangan Nasional (Ba­pa­nas) telah mengusulkan tam­bahan anggaran belanja se­ki­tar Rp20,2 triliun, di antaranya un­tuk bansos beras selama 6 bu­lan pada 2025 yang mem­bu­tuh­kan dana sekitar Rp16,68 triliun.

Peneliti Center of Reform on Eco­n­omic (Core), Eliza Mardian, menyebut, hampir 54% rumah tangga penduduk mis­kin di Indonesia mayoritas be­kerja di sektor pertanian.

Artinya, menurut dia, ban­yak di antara penerima bansos be­ras selama ini adalah dari ka­la­ngan petani. “Petani sebagai pro­dusen pangan, tapi juga me­ne­rima bantuan pangan. Sebuah ironi,” kata Eliza.

Di sisi lain, pemerintah se­lama ini juga telah memiliki ske­ma bansos khusus pangan yaitu ban­tuan pangan non-tunai (BPNT) yang disalurkan Ke­men­terian Sosial (Kemensos).

Adanya bansos pangan yang ber­ganda, dianggap menjadi tan­da pemerintah memilih jalan in­stan untuk mengendalikan harga dan krisis beras.

Apalagi, untuk memenuhi ke­bu­tuhan bansos selama ini, pe­merintah mengandalkan beras im­por dibandingkan dari pen­ye­ra­pan dalam negeri.

Adapun, pemerintah telah me­nu­gasi Bulog untuk meng­im­por beras sebanyak 3,6 juta ton pa­da periode 2024. Alasannya, agar stok beras Bulog selalu me­ma­dai di atas 1 juta ton yang sa­lah satunya bakal digunakan unt­uk program bantuan pangan.

“Yang perlu diingat, lebih da­ri 80% beras yang ada di Bu­log dipenuhi dari impor, bukan pen­yerapan dalam negeri,” tu­tur­nya.

Oleh karena itu, Eliza me­nilai, alih-alih untuk bansos pa­ng­an, anggaran sebesar Rp20 tri­lliun akan lebih efektif di­sa­lurkan untuk insentif petani da­lam menanam padi.

Dengan begitu, apabila ang­garan sebesar Rp20 triliun itu di­gunakan untuk menstimulus pe­nanaman padi di petani, kata Eliza, akan memberikan manfaat ber­lapis yang lebih efisien dan pro­duktif dalam mengatasi krisis pa­ng­an di dalam negeri secara ber­kelanjutan. “APBN se­mes­tinya digunakan untuk hal-hal ya­ng produktif dan menjadi cap­tive market bagi masyarakat,” tu­turnya. Sebelumnya, rencana prog­ram bantuan pangan beras itu muncul dari usulan tambahan ang­garan 2025 oleh Badan Pa­ng­an Nasional (Bapanas) dalam ra­pat dengar pendapat bersama Ko­misi IV DPR-RI.

Dalam paparannya, Ba­pa­nas mengusulkan tambahan ang­garan belanja 2025 sebesar Rp20,2 triliun untuk kebutuhan ban­tuan pangan. Sebanyak Rp16,68 triliun di antaranya un­tuk kebutuhan program bantuan pa­ngan beras selama 6 bulan.

Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi, mengatakan bah­wa program bantuan pangan be­ras masih diperlukan untuk me­ng­akomodasi kebutuhan beras di 68 daerah yang terindikasi ren­tan pangan.

Menurutnya, sebanyak 22 juta keluarga penerima manfaat (KPM) harus diselamatkan lewat ban­tuan pangan beras.

Selain itu, Arief me­ne­gas­kan, program bantuan pangan be­ras menjadi upaya pemerintah men­ciptakan ekosistem pangan ya­ng lebih baik dari hulu hingga hilir. Bulog akan lebih mudah da­lam melakukan fungsinya untuk menyerap dan men­ya­lur­kan cadangan beras pemerintah (CBP). bisn/mb06

 

 

Tags: APBNbansosBapanas
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper