
AMUNTAI- Pj Bupati Drs H Zakly Asswan MM mengapresiasi penggunaan tanam padi, dengan metode apung oleh Kelompok Tani Karya Makmur Desa Banyu Hirang Kecamatan Amuntai Selatan Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).
Apresiasi tersebut disampaikannya melalui Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Akhmad Rijani, dalam kegiatan syukuran panen padi apung oleh Kelompok Tani Karya Makmur, di Desa Banyu Hirang.
Ia menyampaikan, sumber daya alam hulu sungai utara yang didominasi lahan lebak sekitar 89 persen menjadi tantangan sekaligus peluang, untuk mengoptimalkan keberadaannya, sehingga dapat memberikan manfaat yang besar bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kita sangat bangga dan mengucapkan terima kasih kepada kelompok tani karya makmur yang telah menjadi pioneer dalam penerapan tanam padi dengan cara apung di hulu sungai utara,” ujarnya.
Zakly Asswan menuturkan, bahwa teknologi padi apung merupakan salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi oleh petani di kabupaten HSU, khususnya disaat terjadinya musim penghujan yang menyebabkan ketelambatan masa tanam bagi petani di daerah karena rawa sangat tergenang.
“Karenanya dengan adanya percontohan tanam padi apung ini kita harapkan dapat menginspirasi petani dan menjadikan solusi tanam padi pada musim penghujan yang dimana beberapa tahun ini kita mengalami gagal tanam atau panen, dan saya ucapkan terima kasih kepada para petani dan semua pihak yang telah berkontribusi,” tuturnya.
Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian HSU, Noor Ilham, menyampaikan, kegiatan penanaman padi apung ini dilaksanakan tidak terlepas dari kondisi wilayah hulu sungai utara yang beberapa tahun terakhir banyak terendam air, salah satunya di desa banyu hirang kecamatan amuntai selatan.
Terus ujarnya, tanam padi apung merupakan cara alternatif bagi masyarakat, untuk memproduksi dan memanfaatkan lahan meski tergenang air.
“Ini adalah salah satu alternatif melalui pemerintah kabupaten hulu sungai utara melalui Dinas Pertanian dan berkejasama dengan Bank Indonesia yang telah mendukung kita,” kata Ilham.
Lebih lanjut diakui Noor Ilham, kedepannya pihaknya juga akan terus mengevaluasi dan menganalisis keberlanjutan tanam padi apung.
“Ditahun 2024 ini juga kita melaksanakan dibeberapa desa lainnya, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memotivasi bagi para petani, walaupun berair kita masih bisa produktif,” Harapnya. (suf/mb03)

