Mata Banua Online
Kamis, Maret 12, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Suku Bunga Acuan Diprediksi Tetap Sampai Akhir 2024

by Mata Banua
15 Mei 2024
in Ekonomi & Bisnis
0
D:\2024\Mai 2024\17 Mei 2024\7\7\New folder\7\BERITA-FOTO HAL  EKONOMI (16- Mei )\hal 7 - 2 klm (Bawah).jpg
(foto:mb/web)

 

JAKARTA – Chief Economist PermataBank sekaligus Head of Permata Institute for Economic Research (PIER) Josua Pardede memperkirakan suku bunga acuan Bank Indonesia atau BI-Rate di level 6,25 persen bertahan hingga akhir tahun 2024.

Berita Lainnya

Wabup Banjar Hadiri FGD Strategi Fiskal Daerah

Istana Sebut Stok Beras Aman

11 Maret 2026
Emas Antam Naik Rp40 Ribu Jadi Rp3,087 Juta per Gram

Emas Antam Naik Rp40 Ribu Jadi Rp3,087 Juta per Gram

11 Maret 2026

“Kami relatif conservative bias, artinya kami melihat bahwa ada potensi penurunan Fed Funds Rate sekitar 25 basis poin di akhir 2024), namun BI-nya kami perkirakan akan tetap stay di kisaran 6,25 persen sehingga ini kami perkirakan bahwa nilai tukar rupiah setidaknya masih akan berada dalam kisaran Rp 16 ribu,” kata Josua dalam “Pemaparan Indonesia Economic Review 1Q2024” di Jakarta.

Josua menilai, kebijakan BI untuk menaikkan suku bunga acuan merupakan langkah pre-emptive dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah serta menjangkar ekspektasi inflasi, khususnya untuk mengelola imported inflation.

Dia mengingatkan, penguatan dolar AS cenderung akan mendorong risiko imported inflation. Untuk meredam imported inflation, maka kenaikan suku bunga BI dinilai merupakan langkah yang tepat.

“Namun apakah ini (kenaikan BI-Rate) berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi? Tidak juga. Kami melihat bahwa BI itu kebijakannya tidak hanya sebatas pada kebijakan moneter. Kalau kita lihat dari sisi kebijakan BI lainnya, seperti makroprudensial, sistem pembayaran, pendanaan pasar keuangan, ini masih relatif longgar apalagi dengan kebijakan insentif likuiditas makroprudensial (KLM) masih akan tetap dilonggarkan ataupun dilanjutkan,” kata dia.

Josua mengatakan bahwa arah suku bunga bank sentral utama di dunia, termasuk Indonesia, cenderung dipengaruhi oleh arah suku bunga The Fed atau Bank Sentral AS. The Fed diperkirakan hanya menurunkan suku bunga acuan sekitar 25 bps di akhir tahun 2024 dan akan lebih agresif di tahun depan, sejalan dengan ekspektasi inflasi AS yang akan mulai mendekati target.

“Kami melihat bahwa dengan kondisi tensi geopolitik global yang masih cukup dominan serta masih ada ketidakpastian terkait dengan seberapa besar penurunan suku bunga The Fed, maka kebijakan moneter (oleh BI) tentunya akan diambil dengan berhati-hati,” imbuh dia.

Kemudian terkait dampak kenaikan BI-Rate terhadap suku bunga perbankan, Josua menilai dampak tersebut cenderung akan lebih terbatas. Jika dilihat dari sisi likuiditas melalui beberapa indikator, seperti rasio alat likuid terhadap non-core deposit (AL/NCD) serta rasio alat likuid terhadap dana pihak ketiga (AL/DPK), ini masih di atas ambang batas dan belum ada indikasi tren yang mengetat yang cukup signifikan.

“Kami juga melihat ada kondisi resiliei dari sisi penyaluran kredit perbankan yang masih tumbuh double digit di tahun ini, sejalan dengan likuiditas dari perbankan masih ample serta dukungan kebijakan makroprudensial kepada perbankan sehingga penyaluran kredit perbankan masih akan tetap solid. Ditambah lagi, sekalipun memang kebijakan OJK yang terkait dengan COVID-19 sudah selesai, ini kita melihat bahwa NPL tetap akan terjaga,” kata Josua. rep/mb06

 

Tags: PIERsuku bunga
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper