
BATULICIN – Pengunjung atau wisatawan yang datang ke Pantai Jo Cemara di Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu mencapai 2.000 orang lebih per hari.
“Bahkan di saat hari libur besar atau akhir pekan, pengunjung yang datang untuk berwisata mencapai 4000 hingga 4500 orang per hari,” kata pengelola Pantai Jo Cemara Tanah Bumbu Ian Gasing, Selasa (15/4).
Ia mengatakan, pada hari biasa atau sebelum libur lebaran, jumlah pengunjung ke Pantai Jo Cemara hanya 50 hingga 150 orang per hari.
Namun, sejak awal libur lebaran hingga saat ini mulai meningkat 200 hingga 300 per harinya. Jumlah tersebut terus meningkat hingga puncak libur Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriah yang mencapai 2000 orang per hari.
Mereka yang berkunjung ka pantai tersebut mayoritas dari daerah luar Kalimantan Selatan, ada yang dari Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur.
“Bahkan pengunjung pada libur tahun ini ada yang berasal dari Negara Kanada hingga puluhan orang,” ungkapnya.
Ia menyebutkan, biaya atau tiket masuk ke Pantai Jo Cemara sebesar Rp 15.000 per orang. Namun untuk menikmati wahana yang sudah disiapkan oleh pengelola, para pengunjung harus membeli tiket tersendiri, seperti kolam renang Rp 25.000 per orang, Gazebo Rp 50.000 per unit, bean bag Rp 30.000 per unit, Jo Villa Rp 1,8 juta per unit.
“Untuk wahana yang paling populer di lokasi ini adalah Banana Boat dengan tarif Rp 25.000 per orang,” ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, juga ada wahana kendaraan bermotor dengan roda empat (ATV) dengan tarif Rp 25.000 per orang. Kemudian ada wahana Jetski dengan tarif Rp 150.000 per orang dengan durasi pemakaian 15 menit. Sementara biaya parkir kendaraan roda dua Rp 2.000 dan mobil Rp 5.000.
“Pantai Jo Cemara kami lengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang lainnya, seperti wahana dan penataan bangunan dengan konsep atau desain bernuansa menyerupai pantai di Pulau Bali,” katanya.
Ian menambahkan, konsep tersebut bertujuan untuk memperkenalkan objek wisata Kabupaten Tanah Bumbu yang tidak kalah menarik dengan pantai di daerah lain.
“Di lokasi itu kami juga menerapkan budaya selalu menjaga dan melestarikan kearifan lokal di lingkungan tersebut. Bahkan kami juga mewajibkan seluruh pengunjung di situ tidak membuang sampah sembarangan,” pungkasnya. ant

