Mata Banua Online
Selasa, Februari 3, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Tambang ilegal rusak jalan dan air sawah di Balangan

by Mata Banua
17 Maret 2024
in Daerah, Lintas
0

 

BATUBARA-Badan jalan rusak diduga akibat lintasan truk yang mengangkut batu bara terkait dugaan tambang ilegal di Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu. (foto:mb/ant)

PARINGIN-Ketua Komisi III Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Sahrujani mengatakan, pihaknya segera meninjau dugaan tambang ilegal yang merusak jalan dan mencemari air sawah petani di Desa Lingsir, Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan.

Berita Lainnya

SD Islam Solusi latih puluhan peserta Totok Punggung

SD Islam Solusi latih puluhan peserta Totok Punggung

2 Februari 2026
Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

Bupati Kotabaru kunjungi Dirjen BinaPembangunan Daerah Kemendagri

1 Februari 2026

“Kami akan lakukan monitoring dan informasikan ke lapangan tentang duduk masalah ini. Saya belum mengetahui secara persis, sehingga akan kami bahas internal terlebih dahulu,” kata Sahrujani saat dikonfirmasi.

Sahrujani menyebutkan, saat ini dalam kondisi kunjungan kerja ke luar daerah, sehingga belum dapat memastikan langkah selanjutnya sebelum ada pembahasan internal dewan.

“Kami akan sampaikan ke pimpinan, mungkin dalam waktu dua hari ke depan kami akan mengambil langkah-langkah untuk menyikapi dugaan tambang ilegal di Kabupaten Balangan itu,” ujarnya.

Sebelumnya, warga Desa Lingsir Kecamatan Paringin Selatan, Kabupaten Balangan AT (30) mengeluhkan dampak dari adanya dugaan tambang ilegal yang mempengaruhi kualitas air ke persawahan warga serta merusak jalan.

“Dampak nyata dari dugaan tambang ilegal ini membuat kualitas air yang mengairi sawah kami menjadi tidak baik lagi, airnya berubah menjadi warna coklat pekat dan agak kehitaman,” kata AT.

Ia menyebutkan, air sawah yang awalnya bagus dan jernih, kini setelah adanya aktivitas tambang menjadi coklat pekat dan kehitaman karena limbah galian tambang.

Menurut dia, hal tersebut sangatlah membuat rugi karena mempengaruhi hasil dari pertanian, bahkan berdampak hingga ke kolam ikan warga setempat.

Selain mempengaruhi kualitas air persawahan, juga berdampak kerusakan jalan di permukiman serta membuat jalan menjadi berdebu akibat dari aktivitas tambang dari pagi hari sampai subuh tetap terus beraktivitas.

Dia mengungkapkan, setiap desa yg dilewati mobil truk muatan batu bara, diduga sudah diberi kompensasi kisaran Rp5 juta, kepada orang tertentu saja, serta muatan truk batu bara per mobil Rp15 ribu sekali lewat.{[anmb03]}

 

Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper