
BANJARMASIN – Yayasan Pensil Waja Banua (YPWB) menggelar Workshop Manajemen dan Pengelolaan UMKM, di Wetland Square Banjarmasin, Senin (15/1).
Workshop mengangkat tema ‘Mengatasi Ketimpangan Mewujudkan Kemandirian’ ini diikuti 30 peserta penyandang disabilitas.
Ketua YPWB Ahda Huda Nor diwakili Sekretaris Muhammad Iqbal Anshori mengatakan, kegiatan workshop yang merupakan pelatihan lanjutan bagi peserta dimana sebelumnya diberikan pelatihan awal membuat makanan frozen food.
“Selama jeda pelatihan pertama 2022 dan 2024 ini adalah latihan. Beberapa peserta ada yang sudah memulai usaha kecil- kecilan seperti telah memproduksi kripik usus dan lain-lain namun harus dibekali lagi dengan managemen agar usahanya berkembang,” kata Iqbal.
Pihaknya berterima kasih kepada PT Hasnur Internasional Shipping yang telah memfasilitasi semua pelatihan tersebut. Besar harapannya para disabilitas tersebut memiliki usaha sendiri dan mandiri ataupun mendapatkan pekerjaan di senuah perusahaan.
“Keinginan kita seperti yang disebutkan Undang-undang bahwa dapat memberikan kesempatan kerja paling tidak 1 persen kuota di perusahaan swasta dan 2 persen bagi pemerintahan,” harapnya.
Ke depan, YPWB ingin menggelar pelatihan kewirausahaan bagi disabilitas namun bidang lain.
Direktur HCGS dan Business Development PT Hasnur Internasional Shipping Tbk Rahmad Pudjotomo mengatakan, dukungan tersebut merupakan salah satu komitmen perusahaan melalui program CSR.
“Ini sebagai dukungan dalam memberdayakan UMKM, khususnya meningkatkan kemampuan penyandang disabilitas dalam mengelola usaha dan membangun kesetaraan dalam berusaha,” katanya.
Pihaknya pun siap memberikan bantuan modal kepada peserta pelatihan yang dinilai memiliki kemampuan dan kemauan bagus dalam mengembangkan usahanya.
“Harapan kami pelatihan ini dapat memberikan motivasi, wawasan dan semangat baru bagi seluruh peserta,” tutupnya
Salah satu peserta, Ninda mengatakan telah fokus dalam usaha kue basah dan kue kering.
“Sebelumnya usaha frozen food, seperti cireng, dimsum serta nuget. Oleh keterbatasan tempat penyimpanannya yang lumayan harganya. Jadi beralih ke usaha yang lain,” katanya.
Menurutnya workhsop ini jadi lebih banyak mengetahui manajemen dan pengelolaan usaha agar lebih berkualitas dan berkembang.
“Jadi lebih banyak tahu, kalau produk usaha makanan perlu memiliki label, keterangan BPOM dan lainnnya. Jadi nanti bakal kami urus oleh ingin membesarkan usaha sambil merangkul teman difabel lainnya,” tuturnya. via