Mata Banua Online
Minggu, Februari 1, 2026
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Beberapa SKPD Persentase PAD di Bawah 50 Persen

by Mata Banua
4 Januari 2024
in Banjarmasin, Kotaku
0
D:\2024\Januari 2024\5 Januari 2024\5\hal 5\hal 5\hal 5\Suasana RDP komisi II dengan BPKPAD tetkait laporan PAD Banjarmasin 2023 tadi.jpg
SUASANA RDP Komisi II DPRD kota dengan BPKPAD terkait laporan PAD Banjarmasin 2023.(foto; mb/via)

 

BANJARMASIN – Kalangan DPRD Kota Banjarmasin me­manggil Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) setempat untuk rapat dengar pendapat RDP), terkait capaian pendapatan asli daerah (PAD) 2023, Rabu (3/1).

Berita Lainnya

Drainase di Kompleks Pelajar Mulawarman Dibersihkan

Drainase di Kompleks Pelajar Mulawarman Dibersihkan

29 Januari 2026
Korem 101/Ant Bagikan 2.500 Sepatu Gratis untuk Siswa di Banjarmasin

Korem 101/Ant Bagikan 2.500 Sepatu Gratis untuk Siswa di Banjarmasin

29 Januari 2026

Dalam RDP yang dipimpin Ketua Komisi II Awan Subarkah itu, dewan meminta penjelasan terhadap SKPD penghasil PAD dari sektor retribusi kota ini.

Selain itu, RDP ingin menge­tahui secara jelas kendala yang dihadapi, sehingga target pen­dapatan dari retribusi tidak tercapai dan mengalami defisit anggaran.

Awan Subarkah meng­un­g­kap­kan, hampir seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) hingga Desember 2023 tidak mampu memenuhi PAD yang sudah ditargetkan, yang secara keseluruhan tidak tercapai.

Bahkan dari laporan BP­KPAD, 13 SKPD penghasil PAD, persentasinya di bawah 100 persen.

“Ada pula beberapa SKPD di bawah 50 persen. Di antara­nya Dinas Perhubungan, yang hanya 45,66 persen, dan Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olah­raga dan Pariwisata yang hanya 2,60 persen,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya terus mendorong SKPD meng­optimalkan seluruh potensi PAD yang dimiliki agar target PAD yang ditetapkan bisa tercapai.

Selain target banyak PAD yang tidak tercapai, Awan juga menyinggung terjadinya defisit anggaran akibat tertundanya pencairan pendapatan dari peme­rintah pusat sebesar Rp 180 miliar dan pembayaran dana bagi hasil dari pemerintah provinsi.

“Ini juga sangat mem­penga­ruhi capaian realisasi pendapatan pemerintah kota di tahun 2023 secara keseluruhan, dari target PAD yang sudah ditetapkan,” tutupnya. via

 

 

Tags: Awan SubarkahBPKPADKetua Komisi IIPADSKPD
Mata Banua Online

© 2025 PT. Cahaya Media Utama

  • S0P Perlindungan Wartawan
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper