
BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H.Ibnu Sina turut memainkan permainan yang disiapkan di kampung bermain (kamber) ke 34 ‘Ceria’ di Kelayan Besar Kelurahan Tanjung Pagar, Minggu (4/12)
Mulai dari Bagasing, Belogo dan Ketapel dicoba satu- satu. Ia pun turut mengajarkan kepada anak-anak setempat permainan tersebut. Usai meresmikan, Ibnu mengatakan, bahwa semua permainan di kamber ini bertujuan untuk membentuk karakter anak agar tidak tergantung dengan permaian gadget atau gawai.
“Ini untuk mengalihkan perhatian anak-anak kita dari gadget sekaligus juga melestarikan budaya tradisional yang kini juga diangkat menjadi olahraga prestasi,” kata Ibnu Sina.
Dikatakannya, hadirnya kamber agar bisa menyatukan masyarakat dari berbagai kalangan. “Apalagi menjelang tahun politik, disini tidak mudah terpecah belah oleh karena beda pilihan, pendapatan atau lainnya,” ujarnya.
Meski ada perbedaan partai politik kata Ibnu adanya kamber bisa tetap rukun saling bekerjasama sekaligus berolahraga. Ia pun senang karena banyaknya kamber di Banjarmasin dapat menjadi perhatian nasional.
“Ketum Kormi pusat sempat studi banding dulu kesini, melihat apa yang dilakukan di kampung bermain sehingga bisa diterapkan pula ke daerahnya,” katanya.
Dengan perhatian dan berkembangnya kamber di kota ini, ia berharap dapat menjadi role mode bagi daerah lain. Karena kamber sendiri tidak harus memiliki gedung maupun halaman khusus. “ Karena di kamber ini kita bisa melakukan permainan sekaligus berolahraga ditempat – tempat kondusif lainnya misalnya fasum, halaman sekolah bisa dimanfaatkan untuk pelaksanaan kamber. Jadi tinggal kita semua bagaimana memanfaatkan peralatan bermain itu dengan sebaiknya,” tutupnya. via