
BANJARMASIN – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Banjarmasin terus menambah jumlah kampung bermain (kamber) di kota ini. Tujuan hadirnya kamber di tengah-tengah masyarakat sebagai upaya pemerintah menghidupkan kembali olahraga masyarakat khususnya olahraga tradisional Kalimantan Selatan yang mulai pudar sekaligus juga penjaringan atlet-atlet di olahraga rekreasi.
Kepala Disbusporapar Banjarmasin Puryani mengatakan, hadirnya Kamber oleh Kormi Banjarmasin telah melahirkan atlet-atlet muda berbakat dan berprestasi di tingkat Nasional.
Atlet-atlet Kormi Banjarmasin pada Fornas di Jawa Barat tahun 2022 lalu berhasil mengumpulkan sejumlah medali emas, di antaranya pada nomor bagasing, enggrang, sepeda lambat dll.
“Ini sebagai ajang penjaringan bibit unggul atlet untuk terus dibina,” ujar Puryani usai meresmikn kamber ke 31 ‘Telaga Baiman’.
Selain itu, keberadaan kamber sendiri bisa mengalihkan ke kegiatan positif bagi anak. Terlebih di era serba digitalisasi. “Ini sebagai rumah bagi anak mengeksplor jati diri dan bakatnya ke olahraga permainan tradisional,” kata Puryani.
“Kormi terus menambah kamber agar generasi muda kita tahu tentang budaya tradisional melalui berbagai olahraga masyarakat yang Kormi kembangkan,” kata Ketua Kormi Banjarmasin Hj Uzlah yang diwakili Sekretaris Kormi Banjarmasin Fahmi Idris Tanjung.
Saat ini, kamber menyediakan sejumlah permainan tradisional seperti alat leraga begasing, belogo, enggrang, daku dll untuk menggerakan kamber di lingkungan masyarakat. “Setidaknya nanti ada 55 macam induk olahraga (inorga) Kormi dan anak-anak boleh memilih permainan nanti,” tutupnya. via