
BANJARMASIN – Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mencatat mencapai sekitar 11 ribu kasus diabetes militus di kota ini per September 2023 lalu.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin dr Tabiun Huda, angka tersebut mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu yang jumlahnya capai 16 ribu, namun hingga akhir Desember 2022.
“Trend penderita diabetes ini biasanya di atas usia 40 tahun, namun semakin ke sini usia 30 sudah terkena diabetes,” kata dr Tabiun, belum lama tadi.
Menurutnya, tingginya angka diabetes ini karena pola hidup yang salah. Makan banyak gula, garam dan makanan sehat lainnya sudah menjadi kebiasaan sekarang. “Makanan dan minuman siap saji seperti minumab boba atau minuman kemasan dan saset yang dijual bebas,” katanya.
Padahal, lanjutnya, jika sudah terkena diabetes maka sulit untuk sembuh. Penangannya hanya menghindari gula darah semakin tinggi dengan merubah harusnya pola hidupnya. “Utamanya pola makan harus teratur, kurangi makanan manis, asin dan gorengan. olahraga serta rutin juga minum obat,” katanya.
Selain itu, pentingnya perenam bulan sekali melakukan cek darah untuk memastikan kadar gula darah dll
Sedangkan upaya Dinas Kesehatan, pihaknya juga melakukan kiat penanganan dengan menggalakkan posbindu di Kelurahan. Melakukan screaning terhadap masyarakat terutama bagi para lansia yang rentan penyakit tersebut
“Dari screaning kita mengetahui data masyarakat yang dinyatakan diabet,” imbuhnya.
Hal tersebut untuk bisa terus mengkontrol guka darah mengingat oenyakit tidak menular ini tidak bisa disembuhkan jika sudah terdeteksi berada di dalam tubuh pasien.
“Dengan maraknya kopi shop saat ini, maka masyarakat dianjurkan agar terus mengontrol konsumsi gula berlebih,” cetusnya. via