
BANJARMASIN – Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarmasin tahun ini menargetkan untuk menata kawasan kumuh seluas 55 hektare (ha).
“Target tahun ini kita mengejar penataan 55 hektare kawasan kumuh,” ucap Kepala Disperkim Kota Banjarmasin H Chandra Iriandi Wijaya, belum lama ini.
Ia mengatakan, sasaran penataan kawasan kumuh tersebut di antaranya Alalak, Banjarmasin Utara, dan Mantuil di Kecamatan Banjarmasin Selatan.
“Penataan lebih dominan di kawasan Banjarmasin Utara dan Selatan, karena adanya kawasan padat penduduk,” ujarnya.
Diakuinya, kawasan permukiman kumuh yang ditangani kali ini lebih sedikit jika dibandingkan tahun lalu yang seluas 65 hektare. Sedangkan jumlah kawasan permukiman kumuh di Kota Banjarmasin berdasarkan data terakhir 2021 lalu seluas 508 hektare.
Ia menambahkan, jika target 55 hektare itu selesai diatasi, maka kawasan permukiman kumuh dapat berkurang menjadi 380 hektare.
Chandra memperkirakan, dengan luasan tersisa paling cepat kawasan permukiman kumuh teratasi sekitar empat tahun berjalan.
Selain itu, kini pihaknya juga telah menyiapkan inovasi pelayanan sebagai upaya percepatan penanganan kawasan kumuh di Banjarmasin.
Pihaknya melakukan inovasi diaplikasi Kayuh Baimbai yang berbasis web. Ini dapat diakses dan diinstal lewat hp adroid.
Aplikasi ini mempercepat verifikasi terhadap usulan penanganan kawasan kumuh di Banjarmasin. Sehingga yang dulunya manual menjadi lebih cepat lagi dengan digital.
“Jadi, intinya aplikasi ini membantu kita untuk percepatan penanganan kawasan kumuh yang akan dilaksanakan,” demikian Chandra. via