
BANJARMASIN – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina meresmikan destinasi Wisata Kampung Ketupat di Jalan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah, Sabtu (15/7) malam.
Ia mengatakan, kehadiran ikon wisata baru di Kota Seribu Sungai ini bisa menjadi sebuah pilihan alternatif atau opsi pertama bagi wisatawan atau masyarakat untuk berkunjung.
Menurutnya, wisata Kampung Ketupat sendiri merupakan hasil kerja sama pengamanan aset dengan investor, yakni PT Juru Supervisi Indonesia selaku pihak ketiga.
“Ini untuk memaksimal aset pemko dengan aspek penataan kawasan, termasuk untuk pendapatan asli daerah,” ucapnya.
Ia menjelaskan, kerja sama ini juga sebagai salah satu realisasi 20 program yang menjadi prioritas pembangunan Kota Banjarmasin.
Tak hanya itu, ia juga memberikan apresiasi terkait panggung Kampung Ketupat yang disediakan sebagai wadah pegiat seni dan budaya banua untuk berekspresi.
“Dapat di lihat dari acara Ketupat Budaya Banjar telah yang diselenggarakan di kawasan Kampung Ketupat mulai 14 hingga 28 Juli mendatang,” katanya.
Selain itu, lanjut dia, juga disediakan booth pelaku UMKM dan pengrajinnya di kawasan Kampung Ketupat.
Menanggapi tarif masuk Kampung Ketupat yang sempat di keluhkan beberapa waktu lalu, ia menyebutkan hal itu wajar saja mengingat destinasi wisata ini dikelola pihak swasta yang telah berinvestasi. Apalagi tarif masuk ke sebuah wisata sudah diakomodir dalam Peraturan Daerah (Perda) Kota Banjarmasin.
“Karena ini di kelola pihak swasta, jadi wajar ada voucher masuk asalkan bagus. Mudah-mudahan tidak memberatkan,” harapnya.
Terkait hal tersebut, ia mengaku sudah mengomunikasikannya bersama PT Juru Supervisi Indonesia untuk dilakukan penyesuaian.
Sementara, Head Of Business Development PT Juru Supervisi Indonesia M Wahyu Ramadhan mengatakan, harga voucer masuk senilai Rp 15 ribu termasuk standar karena pengunjung mendapatkan air mineral dan para wisatawan juga dapat menikmati wahana bermain anak yang tersedia secara gratis.
“Jadi tarif itu dikenakan tidak semata-mata hanya untuk masuk, tetapi juga dapat air mineral dan bisa menikmati wahana yang tersedia,” ujarnya.
Ia optimis meski dengan menerapkan masuk berbayar, daya tarik dari Kampung Ketupat tetap bisa menarik para wisatawan untuk berkunjung.
“Sejak soft opening pada 30 Juni lalu hingga sekarang, kunjungan wisatawan sudah mencapai 9 ribu lebih, Insha Allah Kampung Ketupat bisa selalu ramai dikunjungi. Ke depannya, Kampung Ketupat bertahap akan terus dipercantik agar destinasi di tengah-tengah kota tetap menarik,” pungkasnya. via