Sabtu, Agustus 30, 2025
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
No Result
View All Result
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Studi: Risiko Penyakit Jantung Naik pada Pasien Diabetes yang Kesepian

by matabanua
11 Juli 2023
in Mozaik
0
D:\2023\Juli 2023\12 Juli 2023\11\Halaman 1-11 Rabu\studi.jpg
(foto:mb/ist)

 

Penelitian menunjukkan bahwa kesepian dapat meningkatkan risiko penyakit jantung pada penderita diabetes.

Artikel Lainnya

D:\2025\Agustus 2025\29 Agustus 2025\11\Halaman 1-11 Jumat\deretan.jpg

Deretan Minuman Penghangat Tubuh, Cocok Dikonsumsi Saat Hujan

28 Agustus 2025
D:\2025\Agustus 2025\29 Agustus 2025\11\Halaman 1-11 Jumat\meski.jpg

Meski Berkhasiat, Tapi 5 Kelompok Ini Tidak Boleh Minum Jus Tomat

28 Agustus 2025
Load More

Para peneliti telah menemukan bahwa kesepian merupakan faktor risiko yang lebih besar untuk penyakit arteri koroner dibandingkan diet, merokok, dan depresi. Penyakit arteri koroner merupakan kondisi di mana pembuluh darah yang memasok jantung menyempit atau tersumbat

Temuan yang diterbitkan dalam European Heart Journal tersebut menggarisbawahi pentingnya hubungan sosial yang bermakna dalam menjaga kesehatan.

“Kualitas hubungan sosial tampaknya lebih penting bagi kesehatan jantung pada penderita diabetes daripada jumlah hubungannya,” kata penulis studi Profesor Lu Qi dari Tulane University School of Public Health and Tropical Medicine di New Orleans, mengutip Healio.

“Kita tidak boleh meremehkan dampak kesepian bagi kesehatan fisik dan emosional. Saya akan mendorong pasien diabetes yang merasa kesepian untuk bergabung dengan kelompok atau kelas dan mencoba berteman dengan orang-orang yang memiliki minat yang sama,” lanjut dia.

Untuk studi ini, para peneliti mengamati data dari UK Biobank, database online tentang catatan kesehatan dan gaya hidup lebih dari setengah juta orang Inggris. Sebanyak 18 ribu di antaranya merupakan orang dewasa berusia antara 37-73 tahun.

Orang-orang ini menderita diabetes namun tidak memiliki penyakit jantung pada awal penelitian. Penelitian sendiri berlangsung selama satu dekade.

Para peneliti menggunakan kuesioner untuk menilai kesepian dan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi hubungan seperti indeks massa tubuh (BMI), aktivitas fisik, diet, alkohol, merokok, konsumsi obat-obatan, tekanan darah, kolesterol, dan kontrol gula darah.

Hasil penelitian merekomendasikan pentingnya bertanya kepada pasien diabetes soal rasa kesepian. Pertanyaan ini harus menjadi bagian dari penilaian standar.

Para peneliti menemukan, mereka yang memiliki skor tertinggi dalam hal kesepian memiliki risiko 26 persen lebih besar terkena penyakit jantung dibandingkan mereka yang memiliki skor lebih rendah.

“Kesepian memiliki peringkat yang lebih tinggi daripada berbagai kebiasaan gaya hidup sebagai faktor predisposisi penyakit kardiovaskular,” ucap Qi.cnni

 

Tags: diabetespenyakit jantung
ShareTweetShare

Search

No Result
View All Result

Jl. Lingkar Dalam Selatan No. 87 RT. 32 Pekapuran Raya Banjarmasin 70234

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA