BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin mengatur strategi untuk mengatasi kemiskinan ekstrim yang datanya masih sekitar 8.000 kepala keluarga.
Wakil Walikota Banjarmasin H Arifin Noor di Banjarmasin, Kamis, menyatakan upaya penghapusan kemiskinan ekstrem ini secara bertahap dan juga selalu merubah strategi secara serius.
“Jadi penghapusan ini mungkin bertahap, karena harus juga berkoordinasi dengan pihak terkait kemiskinan ini,” ujarnya.
Menurut Arifin, penanganan kemiskinan ekstrim ini harus dikoordinasikan secara baik dan berkelanjutan dengan pemerintah provinsi maupun pusat.
“Pertama dari data, ya nanti bagaimana kita kerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta kelurahan untuk bisa mendata itu secara bagus dan akurat. Artinya tanpa data kan kita jadi sulit tau faktor kemiskinan itu apa,” tuturnya.
Dia pun menyampaikan Pemko Banjarmasin berupaya menangani persoalan itu, salah satunya menyosialisasikan strategi percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem ini ke masyarakat.
Seperti gelar sosialisasi yang merupakan salah satu upaya Pemkot Banjarmasin untuk meningkatkan pemahaman kepada semua pihak sehingga tercipta sinergi dalam penanggulangan kemiskinan ini,” ungkap Arifin.
Ia mengharapkan kegiatan sosialisasi ini akan tercipta komitmen untuk percepatan penghapusan kemiskinan ekstrem yang dilaksanakan oleh seluruh pemangku kepentingan baik pemerintah daerah, dunia usaha dan masyarakat.
Kepala Dinas Sosial Kota Banjarmasin Dolly Syahbana menyebutkan data keluarga miskin ekstrim yang dikirim Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia di Kota Banjarmasin mencapai 8.000 kepala keluarga. ant