
AMUNTAI – Banjir yang terjadi di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) di akhir tahun 2022 ini merupakan banjir terparah yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU, Sugeng Riyadi mengatakan banjir akhir tahun ini memang yang terparah dan terdalam yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.
“Banjir dalam tahun 2022 ini sudah tiga kali melanda HSU, dan diakhir tahun ini merupakan banjir yang terdalam yang terjadi,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (24/11).
Bahkan tambahnya dalam beberapa tahun terakhir, banjir kali ini merupakan yang terparah dan terdalam yang terjadi di HSU.
Hampir seluruh ruas jalan di Kecamatan Amuntai Tengah yang merupakan ibukota Kabupaten HSU terendam oleh luapan air sungai Negara.
Hingga saat ini beber Sugeng, sedikitnya 9641 rumah warga terendam, 34.029 jiwa dengan 11.359 kk erdampak banjir.
Dalam banjir kali pula, 24.673 meter jalan digenangi air dengan ketinggian bervariasi hingga mencapai lutut orang dewasa.
Sekolah yang terendam dalam banjir kali sebanyak 83 buah, fasilitas umum yang terenrdam sebanyak 14 buah, rumah ibadah yang juga terendam sebanyak 37 buah dan fasilitas kesehatan yang turut tergenang sebanyak 6 buah.
Salah seorang warga Amuntai, Hasbi mengatakan dalam sejarah banjir yang terjadi di Amuntai, baru kali air masuk kedalam rumah batu ini.
” Rumah batu ini posisinya tinggi, dan biasanya kalau terjadi banjir, air tidak pernah masuk sampai kedalam rumah ini, namun banjir kali luapan air sungai ini masuk sampai kedalam rumah batu in,” ujarnya
Hasbi berharap banjir segera menyurut, karena walaupun ketinggian air didalam rumah hanya sebatas mata kaki, tapi ini cukup merepotkan.(tal).

