BANJARMASIN – Berhasil mewujudkan akses berupa dermaga apung di kawasan Jembatan Dewi sebagai media penghubung siring Patung Bekantan, Jalan Piere Tendean dengan siring Kampung Ketupat, Sungai Baru, ternyata Walikota Banjarmasin punya ‘gawe’ baru.
Bidikan Walikota Banjarmasin Ibnu Sina adalah model serupa bisa diterapkan untuk menghubungkan kawasan Mitra Plaza dengan siring Antasari, depan Hotel Swiss-bel Borneo Banjarmasin.
Menurut Ibnu Sina, akses penghubung dua kawasan itu perlu dibangun bisa bermodel dermaga terapung atau underpass (terowongan) yang berada di bawah Jembatan Antasari.
“Saya rasa untuk di kawasan Mitra Plaza yang dekat dengan Jembatan Antasari perlu juga dibangun akses penghubung seperti yang berhasil diterapkan di bawah Jembatan Dewi,” tutur Ibnu Sina kepada jejakrekam.com, usai meresmikan dermaga apung Jembatan Dewi di Banjarmasin, Jumat (18/11) lalu.
Dalam taksiran Ibnu Sina, jika dibangun model terowongan di bawah Jembatan Antasari justru biayanya lebih murah, karena tidak mungkin membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) di atas jembatan.
“Kalau model JPO yang membentang di atas Jembatan Antasari, tentu tidak memungkinkan, karena koridor jembatan juga terlalu rendah. Pasti akan ada lagi yang protes. Dari studi kelayakan, termasuk biayanya akan terlalu besar,” kata Ketua DPD Partai Demokrat Kalsel ini.
Alternatif yang dinilai tepat oleh Ibnu Sina adalah dengan membangun terowongan (underpass), sehingga dua kawasan itu bisa terkoneksi, tanpa harus naik ke Jembatan Antasari.
Untuk diketahui, arena permainan anak-anak yang berada di Mitra Plaza Banjarmasin akan segera dibongkar untuk dijadikan siring penyambung kawasan Sungai Baru. Sementara itu, di kawasan seberangnya depan Hotel Swissbel Borneo Banjarmasin sudah terbangun siring yang terhubung hingga ke Muara Kelayan.
Saat meresmikan dermaga apung penghubung Sungai Baru dengan siring Patung Bekantan, Ibnu Sina mengklaim bahwa jembatan terapung di atas Sungai Martapura itu merupakan yang pertama di Kalimantan Selatan.
“Hal ini memudahkan bagi wisatawan untuk terhubung ke dua kawasan. Jadi, tidak lagi harus menyeberang di jalan raya. Sebab, ruas Jalan A Yani atau Jembatan Dewi tergolong padat lalu lintanya,” kata mantan anggota DPRD Kalsel dari Fraksi PKS ini.
Pertimbangan keselamatan pengguna jalan, khususnya wisatawan jadi dasar pemikiran Pemkot Banjarmasin melalui Dinas PUPR untuk mewujudkan jembatan apung atau dermaga apung yang letaknya di bawah Jembatan Dewi itu.
Hingga proyek APBD Kota Banjarmasin tahun anggaran 2022 berpagu Rp 4,5 miliar, akhirnya rampung digarap dalam durasi 75 hari kalender oleh kontraktor pelaksana, CV Rahmat Hidayat dari Kandangan. jjr