Oleh : Yudi Rakhman,S.Pd (Guru BK SMKN 1 Rantau)
Konseling Islami merupakan suatu istilah yang sering didengar dalam kancah kehidupan modern. Di mana pengertian istilah ini adalah aktifitas untuk memberikan bimbingan atau pengajaran kepada individu untuk dapat mengembangkan potensi akal pikirnya, kejiwaannya, keyakinannya serta dapat menanggulangi problematika yang ada dalam keluarga dan masyarakat dengan baik dan benar.Pijakan dari konsep Bimbingan dan Konseling Islam berangkat dari asumsi bahwa agama itu merupakan kebutuhan fitrah dari setiap manusia.Dalam kajian modern manusia memiliki keinginan kemajuan diberbagai hal.Oleh sebab itu manusia dalam sejarah perkembangannya,pendidikan selalu menjadi perhatian utama dalam rangka kemajuan kehidupan generasi sejalan dengan tuntutan perkembangan zaman.
Sebagai makhluk yang diciptakan Allah manusia dibekali dengan akal fikiran sebagai bekal dalam kehidupan didunia.Dalam setiap kehidupan manusia manusia tidak luput dari berbagai masalah kehidupan baik masalah ekonomi,sosial,keluarga dan lain-lain,tidak ada satupun makhluk yang sempurna dalam menghadapi berbagai masalah kehidupan terkecuali atas petunjuk dari sang pencipta yaitu Allah swt.Dalam surah Al Baqarah ayat 21 Allah swt telah berfirman “Hai manusia sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelum kamu,agar kamu bertaqwa”
Agama islam mengajarkan sistem nilai serta memberikan kontribusi untuk solusi hidup bagi manusia dalam menyelesaikan solusi hidup yang dihadapinya lewat Al – Qur’an dan Al – Hadits.Figur konselor yang dapat dijadikan “rujukan” adalah Rasulullah saw sebagai teladan yang baik (uswatun hasanah).
Beliau adalah contoh yang dapat ditiru dalam memberikan bimbingan dan konseling bagi orang-orang yang beriman.Beliau memberikan contoh dibidang aqidah,ibadah,maupun intelegensi dengan tidak memandang status sosial.Semua beliau jabarkan dengan amat sederhana,jelas,dan tegas penuh dengan nilai keluhuran budi pekerti.
Adapun contoh (uswah) Rasulullah saw terkait dengan memberikan bimbingan konseling pada umatnya :
·Menarik hati dengan ucapan yang lembut
·Tidak memanjakan
·Tidak egois (ananiyah)
·Tidak melakukan kekerasan
·Bersikap rendah hati (tawadhu)
·Memberikan berita gembira kepada yang terkena musibah
·Menganjurkan untuk melakukan yang mudah,dan yang paling dekat
·Bersikap preventif
·Bersikap toleransi karena situasi
·Bersikap tertib antisipatif
·Menghargai anak-anak yang sedang bermain
·Mengajak bepergian
Contoh yang diajarkan Rasulullah saw dalam bimbingan konseling diatas berdasarkan nilai-nilai keislaman,dan sudah sepatutnya dicontoh didalam lingkungan keluarga.Keberhasilan dalam membangun membangun keluarga yang islami tentunya ditentukan oleh akhlakul karimah oleh setiap anggota keluarga.Sebagaimana sabda Rasulullah saw yang diriwayatkan oleh Abdullan bin Amru :”Rasulullah saw tidak pernah berbuat yang keji dan tidak pula menyuruh berbuat keji,dan beliau pernah bersabda : sesunguhnya sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya”(HR.Bukhari).
Didalam kehidupan masyarakat yang semakin maju dan berkembang tidak terlepas dari sistem nilai yang ada dimasyarakat tertentu.Berbagai sistem nilai di masyarakat yaitu :
a.Nilai religius dalam masyarakat saat ini mengalami degradasi dimana anggota masyarakat
kurang peduli dengan nilai-nilai agama
b.Nilai adat istiadat yang disering disebut norma kesesuliaan atau kesopanan mengalami perubahan,hal ini dapat dilihat pada perilaku anak remaja sekarang
c.Nilai-nilai sosial semakin mengalami kemorosotan,dimana dapat kita rasakan masyarakat bersifat individualis mementingkan diri sendiri dalam segala hal,enggan berbagi,tidak mau bergaul dengan orang yang lebih rendah,memutus tali silaturahmi dengan anggota keluarga
d.Nilai kesakralan keluarga sudah mulai hilang,dimana antar anggota keluarga saling mencurigai,saling tidak mempercayai satu dengan yang lain
Tidak dapat dipungkiri bahwa keluarga yang modern mempunyai kemajuan dan perkembangan dibidang pendidikan,ekonomi dan pergaulan.Kebanyakan keluarga modern hidup diperkotaan,namun tidak menutup kemungkinan mereka dapat ditemukan dilingkungan pedesaan akan tetapi mereka jarang untuk melakukan interaksi dengan masyarakat pedesaan.Dengan semakin canggihnya alat transportasi dan komunikasi mereka akan cepat berinteraksi dengan sesamanya.Tetapi dibalik semua itu terdapat krisis didalam keluarga dimana kehidupan keluarga dalam keadaan tidak teratur,orangtua kehilangan wibawa dalam mengatur kehidupan anak-anaknya terutama saat memasuki usia remaja.Penyebab terjadinya krisis didalam keluarga yaitu : kurangnya komunikasi antar keluarga,sikap egosentrisme,masalah ekonomi,pendidikan,jauh dari ajaran agama dan lain-lain.
Dari berbagai masalah tersebut,tentunya ada jalan untuk mencari penyelesaian.Pemecahan dapat ditempuh dengan cara tradisional yaitu bersikap kearifan atau kasih sayang diantara keluarga.Cara ilmiah melalui konseling keluarga (family conseling).Ada dua pendekatan melalui cara ini 1).Pendekatan individual atau juga disebut konseling individual yaitu upaya menggali emosi,pengalaman dan pemikiran klien.2).Pendekatan kelompok (family conseling),yaitu diskusi antar anggota keluarga yang dibimbing oleh konselor keluarga.