
BANJARMASIN – Sebanyak 69 bakal calon (balon) kepala desa (pembakal) di 10 Desa dengan 7 Kecamatan se Kabupaten Banjar mengikuti tes tertulis kelayakan, pengetahuan dan kapasitas yang dilaksanakan perguruan tinggi negeri Universitas Lambung mangkurat (ULM).
Dalam kesempatan tersebut juga dilaksanakan deklarasi damai bagi balon pembakal yang akan bertarung di pilkades serentak 17 November 2022 mendatang.
“Kami ingin para bakal calon ini bisa bijak dan dewasa apapun hasil pilkades nanti, karena itu yang terbaik pilihan warga, ” ujar Ketua DPC Asosiasi Pemerintahan Desa (APDESI) Kabupaten Banjar, M. Gazali, Kamis (27/10)
Kepala study kebijakan publik,ULM
Dr Taufik Arbain,Sos.MSI kami dari ULM diberi amanah untuk membuat soal bagi balon pembakal se Kabupaten Banjar diantaranya materi uji tertulis agama, budaya maupun pancasila, perundang-undangan dan pemerintahan.
Ia berharap para peserta bisa memahami dan menelaah setiap soal dengan cermat dan seksama sehingga secara gamblang pengetahuan mereka bisa diketahui.
“Harapan kami nilai objektivitas pilihan soal ini bisa tercapai dengan baik”harapnya.
Ia menambahkan, materi soal tersebut dipastikan aman dan tidak bocor karena materi uji ini langsung di print komputer tanpa diperbanyak lewat fotocopy untuk menjaga kerahasiaan soal yang diberikan, sehingga kualitasnya terjamin.
Senada Kepala Dinas PMD Kabupaten Banjar l, H. Syahrialludin mengungkapkan sesuai dengan aturan amanah perundang-undangan maupun regulasi lainnya mengharuskan adanya seleksi ini jika balon pilkades tersebut lebih dari 5 orang.
Jika kurang dari jumlah tersebut maka tidak dilaksanakan tes tertulis guna mengukur kemampuan mereka berdasarkan rengking peringkat 1 sampai dengan 5 saja sisanya rangking 6 dan seterusnya tidak bisa ikut.
“Yang berhak ikut hanya lima orang tidak lebih jadi sisanya dinyatakan tidak bisa memenuhi syarat dan tidak bisa mencalonkan diri, ” tukasnya.rds