Senin, September 1, 2025
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper
No Result
View All Result
Mata Banua Online
No Result
View All Result

Penderita Diabetes Kelihatan Cepat Tua? Ini Kata Dokter

by matabanua
26 Oktober 2022
in Mozaik
0
D:\2022\Oktober 2022\27 Oktober 2022\11\Halaman 1-11 Kamis\penderita.jpg
(Foto:mb/web)

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin metabolik diabetes dr. R. Bowo Pramono, Sp.PD-KEMD mengatakan, konsumsi gula secara berlebihan dapat memicu masalah pada kulit, bahkan bisa memperburuk kondisi kulit pada penderita diabetes. Peningkatan insulin dapat memicu produksi minyak di kulit menjadi lebih banyak sehingga kulit lebih rentan mengalami jerawat.

Masalah kulit tersebut juga akan sulit sembuh pada penderita diabetes. Selain jerawat, masalah kulit lainnya yang bisa timbul akibat konsumsi gula berlebih juga termasuk penuaan kulit. Bowo menjelaskan kondisi tersebut dapat terjadi saat kelenjar keringat tidak mampu mengeluarkan lemak sehingga kulit menjadi kering atau tidak lembap.

Artikel Lainnya

D:\2025\September 2025\1 September 2025\11\Halaman 1-11 Senin\anak-anak.jpg

Anak-anak Jadi Kelompok Rentan Terkena Cacingan

31 Agustus 2025
D:\2025\September 2025\1 September 2025\11\Halaman 1-11 Senin\5 makanan.jpg

5 Makanan yang Tidak Boleh Dimakan Bersama Susu, Bikin Mules

31 Agustus 2025
Load More

“Sering orang bertanya. ‘Dok, kalau orang diabetes cepat tua kelihatannya’. Betul, karena pada saat gulanya tinggi, lemak-lemak yang di bawah kulit itu akan berkurang, apalagi kalau sudah terjadi neuropati diabetes,” kata dokter dari RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta itu dalam bincang-bincang virtual pada Senin (24/10/2022).

“Banyak teman-teman yang berobat ke kulit, tapi gulanya belum diperbaiki, ya, percuma. Jadi gulanya diperbaiki dulu, sambil perawatan. Itu tentu akan lebih bagus sehingga nutrisi itu sampai ke kulit,” kata Bowo.

Dia mengatakan, selama pankreas masih sehat dan mengeluarkan insulin secara cukup, maka sebetulnya gula yang dikonsumsi berlebihan masih dapat dikontrol dalam tubuh. Akan tetapi jika pankreas dan insulin terganggu, ditambah kadar gula darah yang tinggi, maka kondisi tersebut dapat berkaitan dengan masalah kulit, termasuk terhambatnya proses penyembuhan luka di kulit. Hal itu terjadi karena insulin tidak mampu memindahkan glukosa dalam darah ke sel kulit sehingga penyembuhan luka juga akan semakin sulit.

“Jadi selama kadar gula darahnya masih bagus, dengan mengonsumsi makanan manis secukupnya atau tidak berlebih, otomatis kesehatan kulit juga akan terjaga,” kata Bowo.ant/ron

 

 

Tags: diabetesdr. R. Bowo Pramono
ShareTweetShare

Search

No Result
View All Result

Jl. Lingkar Dalam Selatan No. 87 RT. 32 Pekapuran Raya Banjarmasin 70234

  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • SOP Perlindungan Wartawan

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA

No Result
View All Result
  • Headlines
  • Indonesiana
  • Pemprov Kalsel
  • Bank Kalsel
  • DPRD Kalsel
  • Banjarmasin
  • Daerah
    • Martapura
    • Tapin
    • Hulu Sungai Utara
    • Balangan
    • Tabalong
    • Tanah Laut
    • Tanah Bumbu
    • Kotabaru
  • Ekonomi Bisnis
  • Ragam
    • Pentas
    • Sport
    • Lintas
    • Mozaik
    • Opini
    • Foto
  • E-paper

© 2022 PT. CAHAYA MEDIA UTAMA