
TANJUNG-Program tanggungjawab sosial atau Corporate Social Responsibility yang dilaksanakan Pertamina EP Tanjung Field kini menyasar warga binaan pemasyarakatan di Lapas Klas IIB Tanjung, Kabupaten Tabalong.
Sebagai upaya pemberdayaan, Pertamina ingin memberikan kesempatan kepada warga binaan pemasyarakatan memiliki kegiatan yang produktif sehingga dapat menambah kemampuannya.
Tahun ini perusahaan migas yang tergabung di Pertamina Subholding Upstream Regional 3 Kalimantan Zona 9, memberikan bantuan berupa pelatihan budidaya tanaman hidroponik dan perikanan dengan sistem bioflok.
“Kita ingin warga binaan nantinya punya keterampilan dan bisa mandiri setelah kembali ke masyarakat,” ungkap Head Of Comrel & CID Zona 9 Elis Fauziyah, Jumat (23/9).
Salah satu warga binaan, Fauji (50) pun optimis keterampilan dan pengetahuan soal budidaya hidroponik yang diperolehnya selama di Lapas Klas IIB Tanjung bisa menjadi bekal membuka usaha mandiri saat bebas nanti.
Selain Fauji ada puluhan warga binaan pemasyarakatan yang menjadi peserta pelatihan kemandirian budidaya hidroponik, dari program CSR Pertamina Tanjung Field.
Pelatihan dengan tema “Siap Berdaya, Siap Berdikari” ini sudah dilaksanakan Juni 2022, Fauji bersama puluhan warga binaan pun berhasil memproduksi sayuran hidroponik.
Sebelumnya untuk bisa mengikuti pelatihan kemandirian ini para warga binaan harus menjalani seleksi melalui berbagai asesmen. Bagi Kepala Lapas Klas IIB Tanjung, Heru Yuswanto bantuan dari Pertamina Tanjung Field ini sangat bermanfaat bagi upaya mewujudkan kemandirian warga binaan pemasyarakatan.”Alhamdulillah sekarang warga binaan bisa punya kegiatan yang produktif berkat bantuan program CSR Pertamina,” ungkap Heru.
Hasilnya, sekitar 300 batang sayur pakcoy telah berhasil diproduksi kebun hidroponik di Lapas Klas IIB Tanjung dengan omset mencapai Rp750 ribu untuk sekali panen.
Selanjutnya uang hasil penjualan 30 persen diberikan bagi warga binaan yang terlibat pengelolaan hidroponik, 15 persen pajak dan sisanya digunakan untuk tambahan modal budidaya hidroponik.
“Untuk sayuran pakcoy sekitar 27 hari sudah bisa kami panen dan saat ini kita telah menebar benih selada,” ungkap pria asal Kota Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah itu.{[an/mb03]}