
JAKARTA – Bharada E, ajudan Irjen Ferdy Sambo, diperiksa hampir lima jam oleh Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), terkait insiden penembakan Brigadir J.
Bharada E menjalani pemeriksaan mulai pukul 13.25 WIB. Salah satu Humas Komnas HAM menyebut pemeriksaan selesai pada pukul 18.06 WIB.
Usai diperiksa, anggota Provam tersebut meninggalkan Kantor Komnas HAM pukul 18.20 WIB. Ia lebih banyak menunduk saat berjalan.
Bharada E memilih bungkam saat ditanyai oleh awak media terkait pertemuan dengan Komnas HAM. Bharada E hanya berjalan dan langsung memasuki mobil.
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menyebut, dalam pemeriksaan itu pihaknya menanyakan banyak hal. Salah satu yang ditanyakan yakni terkait bagaimana peristiwa dan kondisi saat itu.
“Jadi kami melihat spektrum bagaimana kondisinya,” ucap Anam di Kantor Komnas HAM, Selasa, seperti dikutip cnnindonesia.com.
Sebelumnya, Bharada E mendatangi Kantor Komnas HAM secara terpisah dengan rombongan ajudan Sambo lainnya. Kedatangan para ajudan Sambo itu untuk dimintai keterangan oleh Komnas HAM terkait kasus penembakan Brigadir J.
Berdasarkan pantauan cnnindoesia.com, rombongan yang terdiri dari lima ajudan Sambo datang pukul 09.45 WIB. Mereka masuk secara bersamaan ke Kantor Komnas HAM.
Choirul Anam mengatakan keterangan dari para ajudan Kadiv Propam Polri nonaktif Irjen Ferdy Sambo menjadi salah satu pilar utama dalam konstruksi peristiwa kematian Brigadir J.
Brigadir J diklaim tewas dalam baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Sambo, Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada Jumat 8 Juli lalu.
“Jadi ADC ini menjadi salah satu pilar utama dalam konstruksi peristiwa dan bagaimana melihat peristiwa kematian Brigadir J ini,” kata Anam.
Ia menjelaskan, pihaknya melakukan dua model pemeriksaan untuk mengorek keterangan sejumlah ajudan Sambo. Mereka akan diperiksa terpisah maupun bersama-sama.
“Ada dua model yang akan kami lakukan, memang pasti sendiri sendiri dan ada yang satu tempat bersama, karena kami kepengen tau detail apa yang terjadi, konteksnya apa,” ujarnya.
Anam mengaku ingin analisis dari Komnas HAM terkait kematian Brigadir J komprehensif. Oleh sebab itu, ia juga ingin mengetahui analisis yang berkembang di publik.
“Jadi kami kepingin komprehensif, analisa analisa yang berkembang di publik saat ini, kami kepingin tau persis apa dan bagaimana peristiwa itu terjadi,” katanya. web