
BANJARMASIN – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan DR H Karlie Hanafi Kalianda minta kepada pemerintah daerah untuk segera menangani penyakit Tungro yang menyerang padi.
Pasalnya, di Kabupaten Barito Kuala (Batola) para petani resah karena mengjelang panen padinya,tidak semua hasilnya bagus.Hampir 30 persen sampai 40 persen hasil panen padinya rusak terkena penyakit pembusukan batang yang disebut Tungro.
“Kami berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait bisa membantu menangani penyakit padi itu,sebab di Kabupaten Batola tahun ini agak tinggi penyakit Tungro mencapai 30 persen sampai 40 persen,” ujar H Karlie Hanafi di ruang kerjanya di DPRD Kalsel di Banjarmasin,Senin (13/6).
Biasanya kalau normal panen padi di Kabupaten Batola bisa mencapai 400 sampai 500 belek,tapi dengan adanya penyakit Tungro ini kemungkinan hanya bisa panen padi sekitar 200 belek saja lagi.
“Kita banyak komparasi masalah ini kedaerahlain, disarankan agar dialih varitasnya tanam bibit unggul, tapi ditempat kita sulit karena pasang surut. Nanti kami mencoba apakah bisa diatur dibakar dengan akan membuatkan perda atau aturanya,”jelas Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalsel ini.
Karena penyakit Tungro itu akan mati kalau dibakar,ini yang akan dipikirkan di Komisi II DPRD kalsel. Karhutla juga ada sangsinya,jadi akan dipisahkan yang mana kebakaran hutan dan lainnya.
Jadi dikandang dulu kawasan lahannya agar tidak membakar yang lain,sebab di Provinsi Kalimantan Tengah sudah mencoba hal itu dengan membedakan yang mana pembakaran lahan maupunlainnya.rds