loader image

Paman Birin Apresiasi Perhatian Presiden Jokowi

Gubernur Kalimantan Selatan, Dr (HC) H Sahbirin Noor saat menerima dokumen hasil kajian pengamanan lingkungan DAS Barito berbasis Ekoregion yang diserahkan Dirjen PKTL Kementerian LHK, Ruandha Agung Sugardiman, di Banjarbaru

BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan, Dr (HC) H Sahbirin Noor mengharapkan tim solid dalam melakukan percepatan pemulihan pasca banjir di Kalsel sesuai dengan hasil kajian komprehensif lingkungan hidup dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Saya berharap kerja tim solid dalam percepatan penanganan dan pemulihan lingkungan pasca banjir beberapa waktu lalu di Kalsel dan menindaklanjuti rekomendasi-rekomendasi hasil kajian dari Kementerian LHK,” ujarnya di Banjarbaru, Kamis (13/1).

Harapan Gubernur Kalsel itu disampaikan usai menandatangani nota kesepahaman (MoU) bersama bersama sejumlah kepala daerah di Kalsel terkait tindak lanjut dari rencana aksi percepatan pemulihan lingkungan hidup pasca banjir di Kalsel.

Paman Birin (sapaan akrab Gubernur Kalsel) itu juga menerima dokumen hasil kajian pengamanan lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito berbasis ekoregion yang diserahkan Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan, Ruandha Agung Sugardiman mewakili Menteri LHK, Hj Siti Nurbaya.

Menurut Paman Birin, pemulihan lingkungan hidup di Kalsel ini merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bersama-sama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota yang terdampak banjir beberapa waktu lalu.

“Saya yakin melalui kebersamaan dan kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemprov Kalsel dan Pemkab serta Pemko, pekerjaan rumah tersebut akan cepat diselesaikan,” katanya.

Selama ini, kata Paman Birin, Kalsel terus berusaha melakukan kampanye untuk melakukan adaptasi dan mitigasi terhadap perubahan iklim melalui program Desa Sasangga Banua dan program Sungai Martapura Bungas yang salah satu tujuannya mereduksi banjir.

Baca juga :  Roy: Pencegahan Covid Dimulai Dari Keluarga

Paman Birin juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Jokowi melalui Kementerian LHK atas perhatian untuk Kalsel dan telah melakukan kajian pengamanan lingkungan DAS Barito berbasis Ekoregion.

Hasil kajian itu, kata Paman Birin, tentu dilaksanakan secara terpadu dan berkelanjutan sehingga tinggal tindak lanjut dari hasil kajian tersebut dalam rangka melakukan percepatan pemulihan lingkungan hidup pasca banjir di banua ini.

“Saya berharap bupati dan walikota yang telah menandatangani MoU kali ini hendaknya komitmen untuk melakukan percepatan perbaikan lingkungan hidup di daerah masing-masing sesuai hasil rekomendasi Kementerian LHK,” katanya.

Sementara itu, Dirjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) Kementerian LHK, Ruandha Agung Sugardiman mengatakan, hasil kajian tersebut merupakan salah satu solusi permanen dalam rangka percepatan pemulihan lingkungan hidup di Kalsel.

Hasil kajian itu, kata Ruandha, terstruktur dan masif serta berbasis ilmiah dalam mencaim solusi atas permasalahan lingkungan hidup pasca banjir di Kalsel.

Kementerian LHK, katanya, akan mendampingi pemerintah daerah saat akan melakukan aksi nyata di lapangan guna percepatan pemulihan lingkungan hidup di Kalsel, termasuk pendanaan atas aksi nyata tersebut.

Ditanya penanganan jangka pendek, Ruandha mengatakan, pembangunan infrastruktur atau fisik seperti pembangunan bendungan dalam upaya pengendalian banjir, seperti di Kabupaten Banjar akan dibangun Bendungan Riam Kiwa.

MoU percepatan pemulihan lingkungan hidup pasca banjir tersebut ditandatangani Gubernur Kalsel, Dr (HC) H Sahbirin Noor, Walikota Banjarmasin, H Ibnu Sina, Bupati Tanah Laut (Tala), HM Sukamta, Wakil Bupati Banjar, Habib Idrus Al Habsyi.

Baca juga :  Purna Paskibra Ditetapkan Jadi Duta Pancasila

Selain itu, Bupati Balangan, H Abdul Hadi, Plt Bupati Hulu Sungai Utara (HSU), H Husairi Abdi, Lc dan Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), H Mansyah Sabri disaksikan Dirjen PKTL Kementerian LHK, Ruandha Agung dan Ketua DPRD Kalsel, H Supian HK. ani