loader image

Masyarakat Kurang Berminat Terhadap Karya Lukis

BERCENGKRAMA – Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina bercengkrama dengan sang pelukis Nanang M Yus, saat mengujungi pameran tunggal lukisan di kawasan Taman Budaya Provinsi Kalsel, Rabu (13/1) petang.

BANJARMASIN – Menjual lukisan di Kota Banjarmasin memang sangat susah. Meski hampir sepekan sejak dibukanya pameran tunggal lukisan karya Nanang Muhammad Yusran (76) di Bengkel Lukis Sholihin, tak kunjung ada pembeli.

“Belum, belum ada yang membeli,” ungkap Nanang Muhammad Yusran ketika ditemui di sela pameran, di kawasan Taman Budaya Provinsi Kalsel, Rabu (13/1) petang

Menurut lelaki yang akrab disapa M Yus ini, yang tertarik terhadap lukisannya cukup banyak. Tapi, yang menyatakan langsung untuk membeli belum ada.

Ia mengakui, sedari dulu menjual lukisan di Kota Banjarmasin sangatlah susah. Salah satu pertimbangan, karena warga Kota Banjarmasin adalah warga yang relijius.

“Banyak yang memahami bahwa lukisan itu adalah hal yang terlarang. Saya memaklumi hal itu,” tuturnya.

Persoalan lain, lantaran sebuah lukisan, juga dianggap sebuah benda atau karya seni yang mahal. Baginya pelukis wajar menaruh harga tinggi, karena itu sesuai dengan jerih payah dan karya yang telah dihasilkan.

“Tapi, tentu perlu diperhatikan, mahal bagi warga Kota Banjarmasin, belum tentu mahal bagi warga daerah lain. Bisa jadi karya saya murah sekali di daerah lain. Jadi, semuanya saya pikir ada tempatnya,” tekannya.

Kemarin, lokasi pameran lukisan yang digelar sejak 9 hingga 19 Januari itu, mendapat kunjungan dari Walikota Banjarmasin H Ibnu Sina.

Ibnu mengaku sangat mengapresiasi kegiatan pameran ini. Bahkan, ia mengakui ada lukisan yang membuatnya tertarik untuk memiliki.

Baca juga :  Curah Hujan Berpotensi Meningkat di Sejumlah Provinsi

“Yang realis ada, yang abstrak ada. Nanti pada saatnya akan saya sampaikan. Karena yang lain kan ingin melihat juga. Nanti ada yang ditulis sold out,” ucapnya.

Ibnu tertarik memiliki lukisan M Yus, karena ia merasakan imajinasi sang pelukis sangat baik. Selain itu, penggambaran yang dituangkan dalam lukisan sangatlah nyata, sesuai dengan zaman yang dimaksud di dalam lukisan tersebut.

Walikota mengatakan, tiap tahun Pemko Banjarmasin secara rutin memberikan apresiasi atau penghargaan kepada pelaku seni budaya, yang ada di kota ini.

“Ada 10 orang dari semua cabang seni. Mereka bergantian diberikan penghargaan sesuai dengan kondisinya. Tidak hanya seniman yang masih ada, tapi juga yang sudah wafat,” ujarnya.

Ditanya apakah ada rencana untuk membangun gedung kesenian sendiri atau galeri, Ibnu tampak masih pikir-pikir.

Sebelumnya, rencana itu pernah dikemukakannya pada tahun 2017 lalu. Rencana itu sebagai bentuk implemantasi dari diberlakukannya Perda Nomor 19 Tahun 2014 tentang upaya Pelestarian Seni dan Budaya.

Ibnu mengakui, rencana itu memang ada. Hanya saja, tak kunjung bisa dilakukan lantaran Banjarmasin dilanda pandemi Covid-19. “Sehingga segala sesuatunya, menjadi tidak fokus lagi. Semua dialihkan ke penanganan pandemi,” ungkapnya.

Kendati demikian, lanjut dia, tahun ini pihaknya akan membangun arena atau panggung untuk berkesenian. Yang nantinya, bisa digunakan untuk ragam acara kesenian.

“Lokasinya tak jauh dari rumah Anno. Jadi, nanti bisa diisi untuk gelaran penampilan apa pun. Wayang kulit misalnya,” jelasnya.

Baca juga :  Ramai-ramai Gugat ke MA, Pemohon Keberatan Kurikulum Tanpa Pancasila

Ada pun untuk galeri seni, Ibnu mempersilakan para seniman memanfaatkan Rumah Anno di kawasan Jalan Piere Tendean. Atau, memakai ruangan Gedung Menara Pandang di Lantai II.

“Jadi, silakan jadwalkan kalau mau dipakai. Paling tidak, itu dulu yang bisa kita lakukan,” pungkasnya. dwi