loader image

Banjir Kabupaten Banjar, Paman Birin Terjunkan Tagana

Dinas Sosial Provinsi Kalsel mendirikan Dapur umum dan posko di kantor Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan.

MARTAPURA – Bencana alam banjir awal tahun 2022 kembali melanda wilayah Kecamatan Pengaron dan Simpang Empat, Kabupaten Banjar, Rabu (12/1).

Gubernur Kalsel, Dr (HC) H Sahbirin Noor bergerak cepat menginstruksikan kepada taruna siaga bencana (Tagana) Dinas Sosial Provinsi Kalsel untuk terjun langsung melakukan langkah penanganan korban bencana banjir secara progresif.

“Saya sudah memberikan arahan-arahan penting terkait kesigapan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait dalam upaya membantu masyarakat tertimpa musibah bencana alam,” terang Paman Birin (sapaan Gubernur Kalsel) itu, Rabu (12/1) malam.

Paman Birin mengatakan, kecepatan dan tanggap dalam membantu masyarakat sudah menjadi dasar kebijakan dan harus diterjemahkan dan dipahami SKPD tersebut sesuai kewenangan yang dimiliki Pemprov Kalsel dan disinergikan dengan stakeholder terkait.

Pekerja Sosial Bencana Alam pada Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Achmadi, SSos saat di Kantor Camat Simpang Empat mengatakan pihaknya mendapat perintah Gubernur Kalsel melalui Kadinsos Kalsel untuk segera bergerak ke lokasi bencana.

“Dapur umum dan posko bantuan telah didirikan di kantor Kecamatan Simpang Empat, nanti bantuan makanan dan keperluan lainnya akan didistribusikan melalui para Kepala desa (Kades) masing-masing,” kata Madi (sapaan akrabnya).

Madi juga mengucapkan terima kasih atas bantuan semua pihak dalam membantu penanganan bencana alam banjir ini dan untuk dapur umum dibuka kerja sama dengan Dinsos Kabupaten Banjar menyiapkan 1.500 paket makanan siap saji setiap kali makan.

Baca juga :  Kalimantan Berpeluang Juara Anugerah Desa Wisata

“Saya kira hal itu sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar bagi penyintas korban bencana alam banjir di Kabupaten Banjar ini,” kata Madi.

Pantauan media ini, Tim Dinas Sosial Provinsi Kalsel bergerak sejak Rabu (12/1) Pagi. Tim Rescue Tagana Dinsos Kalsel menuju lokasi banjir Pengaron dengan membawa tiga buah mobil RTU, 2 perahu karet bermesin, alat vertical rescue dan membawa logistik berupa bantuan permakanan, kasur, terpal, keperluan keluarga dan lainnya.

“Personil Tagana Kalsel yang diterjunkan ke lokasi banjir di Kabupaten Banjar ini sebanyak 15 orang dan anggota Tagana tersebut merupakan tenaga terlatih dan terampil dalam penanganan bencana alam seperti banjir ini,” kata Madi.

Madi menambahkan, pihaknya siap terjun ke lapangan, apabila ada korban bencana alam banjir yang harus dievakuasi ke lokasi yang lebih aman.

Ia tak bisa memprediksi sampai kapan pendirian dapur umum dilaksanakan. “Bergantung daripada kondisi banjir, kita sifatnya dinamis bergerak,” katanya.

Data sementara yang dikumpulkan pihak aparat Kecamatan Pengaron, sebanyak 2.099 kepala keluarga (KK) atau 6.259 jiwa terdampak bencana alam banjir.

Sementara itu, jumlah data rumah yang calap (terendam) akibat banjir kali ini sebanyak 1.804 buah, sedangkan jumlah fasilitas umum (Fasum) terdampak sebanyak 46 buah seperti sekolah dan tempat ibadah.

Sedangkan di Kecamatan Simpang Empat, ada sebanyak 1.793 rumah yang terdampak banjir yang dihuni 5.415 jiwa. adpim/ani