loader image

Usaha Online Bakal Kena Pajak

D:\Data\Januari 2022\1201\5\hal 5\Bambang Yanto Pernomod.jpg
Bambang Yanto Per­mono

BANJARMASIN – DPRD Banjarmasin bersama pemerintah kota sekarang tengah menggodok revisi peraturan daerah (Perda) tentang perpajakan. Dalam pembahasan peraturan tersebut, rencananya usaha online bakal dikenakan pajak.

Ketua Panitia Khusus (Pan­sus) DPRD Kota Banjarmasin tentang pajak Bambang Yanto Per­mono menjelaskan, saat ini ada beberapa Perda yang meng­atur tentang pajak di Banjar­masin.

Seperti, Perda pajak hiburan, pajak restoran, pajak hotel namun semua belum dirasakan untuk menyumbangkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang mak­simal bagi ibukota Kalsel.

“Dengan dilakukan revisi Perda pajak tersebut, akan digabung menjadi sebuah Perda baru yang memuat semua Perda yang sudah ada. Ini akan lebih maksimal dibanding Perda yang sudah ada,” jelasnya.

Menyinggung dalam pem­bahasan itu, apakah ada pe­nam­bahan objek pajak, dalam Raperda yang akan disyahkan nanti.

Menurut politisi Partai Demokrat ini, memang ada rencana untuk penambahan objek pajak tersebut, yakni disektor penjualan barang secara online di wilayah kota seribu sungai.

“Namun hala itu masih dibahas bagaimana payung hukumnya, karena potensinya cukup besar,” ujar Bambang.

Wakil ketua komisi II DPRD Kota Banjarmasin menegaskan,

Perda pajak ini nantinya tidak akan memberatkan masyarakat dan akan menambah PAD Banjarmasin untuk membiayai pembangunan.

Menurutnya masih banyak yang belum tertarik pajak oleh Pemko Banjarmasin, akan dimak­simalkan dalam Perda tersebut.

“Namun pasti akan mem­butuhkan waktu cukup lama karena ada beberapa Perda yang digabung menjadi satu,” tegasnya. Edo

Baca juga :  Panen Padi Program SERASI di Kalsel