loader image

Gubernur Apresiasi Pagelaran Wayang Kulit Edukasi New Normal

F:\ARSIP WEBSITE MATA BANUA\2022\Januari\10 Jan 2022\6\2a.JPG
Gubernur Kalimantan Selatan, Dr (HC) H Sahbirin Noor bersama Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Mujiyat berfoto bersama Dalang Ki Mulyono Purwo Wijoyo asal Klaten dan kru sebelum pagelaran wayang kulit semalam suntuk di Banjarmasin

BANJARMASIN – Paguyuban Kulowargo Jowo (Pakuwojo) di Provinsi Kalimantan Selatan bekerja­sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, Sabtu (7/1) malam mengelar pentas seni dan budaya.

Pagelaran seni budaya yang ditampilkan adalah wayang kulit semalam suntuk dengan tema atau edukasi berkaitan kebiasaaan baru atau new normal.

Pertunjukan wayang kulit di Gedung Sultan Suriansyah Banjar­masin yang dihadiri Gubernur Kalsel, Dr (HC) H Sahbirin Noor itu mendatangkan dalang Ki Mulyono Purwo Wijoyo asal Klaten yang memboyong puluhan kru pemain musik dan para sinden.

Pagelaran pun diselanggarakan dengan penerapan protokol kesehatan (Prokes) ketat yakni penonton wajib menunjukan keterangan tanda vaksin, memakai masker selama pertunjukan, tidak boleh bersalaman langsung, menjaga jarak dan membersihkan tangan dengan hand sanitizer yang sudah disediakan panitia.

Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor mengatakan, pagelaran semacam ini memang cukup lama tidak disaksikan, karena masyarakat berada dalam pandemi covid-19 yang melanda dunia hingga sekarang, termasuk Indonesia.

Pagelaran wayang kulit bagi pecinta budaya tradisional ini, terasa spesial dan mengobati kerinduan yang cukup lama. “Budaya ini melahirkan seni keindahan yang disenangi banyak orang,” ujar Paman Birin (sapaan akrab Gubernur Kalsel) itu.

Paman Birin mengatakan, pihak­nya sangat konsen dengan pengem­bangan budaya dari masyarakat atau suku mana pun.

Paman Birin mengimbau agar masyarakat tidak takut dengan Covid 19 atau varian Omicron yang saat ini muncul, tapi tetap bersikap tenang menghadapi dan tidak cemas ber­lebihan serta menjaga diri melalui prokes serta tidak mengucilkan orang yang terpapar virus.

Baca juga :  Gubernur: APBD 2022 untuk Tingkatkan Kemakmuran

“Saya berharap semoga apa yang kita lakukan malam ini memberikan manfaat,” ujar Paman Birin.

Panitia pelaksana, Supardi SE melaporkan selama dua tahun terakhir, aktivitas seni dan budaya seperti pertunjukan wayang kulit pun ikut vakum beberapa saat. Hal itu yang menjadi latar belakang digelar kegiatan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dan aman.

Mengingat kondisi masih pandemi atau menyongsong new normal, kata Supardi, maka dalam penyampaian lakon juga disinggung bagaimana prilaku masyarakat yang baik dalam menghadapi new normal.

Sementara itu, BPBD Provinsi Kalsel menggelar vaksinasi massal gratis di sela-sela kegiatan. Tujuannya agar masyarakat tahu bahwa kegiatan apapun boleh dilakukan asalkan positif dan menerapkan prokes.

BPBD Kalsel menyiapkan 200 dosis bagi masyarakat yang mau melakukan vaksin dan mereka juga diberikan bingkisan paket sembako yang diserahkan secara simbolis oleh Paman Birin diawal kegiatan.

Kepala BPBD Provinsi Kalsel, Mujiyat mengatakan, pihaknya terus mendorong pelaksanaan vaksinasi di setiap ada kesempatan dan kapan pun, kendati malam hari untuk menyasar warga yang belum terlayani.

“Kita terus bergerak untuk melaku­kan vaksinasi massal secara gratis, meski sudah melebihi target 70 persen dan tidak mengenal lelah, tetap se­mangat,” ujar Mujiyat. sal/adpim/ani